Rabu, 22 April 2026

Mengenal Nike: Sosok Dewi Kemenangan yang Kini Hidup dalam Budaya Pop Global

Ia adalah Nike, dewi bersayap yang kehadirannya selalu didambakan di medan perang maupun arena atletik. 

|
Shutterstock
DEWI KEMENANGAN YUNANI - mitologi Yunani Kuno memiliki satu dewi kemenangan bernama Nike. Namanya kemudian diadopsi menjadi nama brand yang kini menjadi raksasa di industri olahraga modern. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam lembaran mitologi Yunani, kemenangan bukanlah sekadar hasil akhir dari sebuah kompetisi, melainkan sosok yang nyata. Ia adalah Nike, dewi bersayap yang kehadirannya selalu didambakan di medan perang maupun arena atletik. 

Namun, siapa sangka jika ribuan tahun kemudian, esensi dari sang dewi tidak hanya bersemayam di kuil-kuil kuno, tetapi juga melekat pada gaya hidup masyarakat modern di seluruh penjuru dunia.

Lantas, siapakah Nike, yang ternyata dewi kemenangan dalam mitologi Yunani itu? 

Sosok Nike Dewi Kemenangan dalam Mitologi Yunani

Mengutip dari greekreporter.com, Nike merupakan anak perempuan dari Titan Pallas dan dewi Styx. 

Berdasarkan sumber tersebut, dikatakan bahwa Nike sering mendampingi Zeus dan Athena membawa karangan bunga sebagai simbol kemuliaan untuk mereka yang berhasil melampaui batas kemampuan dirinya. 

Kehadiran dewi kemenangan ini menjadi simbol akan kecepatan, kekuatan, dan keberhasilan yang menentukan, baik itu bagi para atlet dan juga tentara Yunani kuno. 

Kuatnya pengaruh figur ini membuatnya selalu berada dalam medali emas, perak, dan perunggu. Dikutip dari Olympic Museum, sejak Olimpiade Amsterdam 1928 silam, medali selalu dihiasi oleh dewi kemenangan Nike dengan sayapnya, tengah memegang ranting zaitun, yang berada di atas lima cincin olimpiade. 

Dengan keberadaan dewi Nike ini, diharapkan semua atlet memiliki keyakinan untuk mampu melampaui batas dirinya dan menjadi yang terbaik. 

Baca juga: Sabtu-Minggu Libur: Hak atau Warisan dari Perjuangan Panjang?

Penghormatan Kekal dari Industri Modern

Semangat kemenangan yang selalu dihadirkan dewi kemenangan Nike ini kemudian diadopsi oleh industri olahraga modern. Masih dari laman Greek Reporter, sebuah perusahaan yang awalnya bernama Blue Ribbon Sports pada 1970-an, tengah mencari identitas barunya. 

Salah satu karyawan marketing Blue Ribbon Sports, Jeff Johnson, menceritakan keputusannya mengganti nama mereknya menjadi ‘Nike’ lewat mimpi tidur malamnya. Meski awalnya sempat diragukan, nama dewi bersayap ini akhirnya dipilih karena dirasa mampu mewakili ambisi perusahaan yang ingin membawa atlet menuju puncak performa.

Identitas visualnya pun tidak main-main. Logo Nike yang kita tahu sampai sekarang adalah representasi abstrak dari sayap sang dewi kemenangan. 

Dalam proses pembuatannya, logo tersebut dinamai ‘whoosh’, yang dipesan oleh duo pendiri Phil Knight dan Bill Bowerman dari seorang mahasiswa desain grafis Universitas Portland. Uniknya, kedua pendiri hanya mengeluarkan kocek seharga US$35 untuk mendapatkan desain minimalis namun dinamis itu. 

Garis melengkung itu melambangkan gerakan cepat dan suara desir angin saat sang dewi terbang melintasi medan laga. Lewat simbol sangat sederhana itu, Nike berhasil mentransformasi energi mitologi kuno menjadi sepatu lari, yang kini berkembang menjadi merek raksasa olahraga di dunia. 

Baca juga: Bukan Cuma Perang, Ini 5 Hal yang Diwariskan Kekaisaran Mongol untuk Dunia Modern

Hingga saat ini, keterikatan antara sang dewi dan merek tersebut tidak pernah terputus. Nike secara konsisten memberikan penghormatan kepada dewi Yunani kuno itu, salah satunya lewat peluncuran edisi spesial seperti Air Force 1 Low ‘Goddess of Victory’. 

Perjalanan Nike membuktikan bahwa narasi yang kuat dari masa lalu, bisa menjadi napas bagi inovasi berkelanjutan di masa depan. 

Dari mitologi Yunani hingga ke arena olahraga, semangat Dewi Nike dan merek olahraga asal Amerika Serikat itu punya kesamaan, yaitu mendorong setiap atlet untuk menembus batas dirinya dan mencoba menang di setiap pertempuran.   

Baca juga: Mengenal Foto Ikonik Albert Einstein: Pose ‘Melet’ yang Terkenal di Dunia

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved