Minggu, 11 Januari 2026

Pencurian Museum Louvre: Bagaimana Nasib Perhiasan Bersejarah yang Hilang?

Pencurian Museum Louvre, Bagaimana Nasib Perhiasan Bersejarah yang Hilang?

Editor: Content Writer
Dok. Museum Louvre/Stéphane Maréchalle
TIARA PERMAISURI EUGENIE - Tiara Permaisuri Eugénie, salah satu perhiasan bersejarah Museum Louvre yang dicuri pada 2025. 

TRIBUNNEWS.COM -Aksi pencurian perhiasan antik bersejarah di Museum Louvre, Paris, pada Minggu (19/10/2025) mengejutkan dunia. Insiden ini terjadi setengah jam setelah museum dibuka, yaitu pukul 9.30 waktu setempat. Hanya dalam kurun waktu empat menit, para pelaku berhasil membawa lari delapan perhiasan berharga. 

Delapan perhiasan tersebut mencakup set perhiasan keluarga kerajaan berisi kalung, anting, serta tiara Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, kalung dan sepasang anting zamrud dari koleksi Marie-Louise, bros relikui, serta tiara dan simpul korset besar milik Permaisuri Eugénie. 

Melansir Kompas, otoritas setempat memperkirakan kerugian mencapai 88 juta Euro atau Rp1,6 triliun,  belum termasuk nilai historis dan warisan budaya yang tidak ternilai. 

Baca juga: Aksi Kilat Pencuri di Museum Louvre Prancis, Gasak Perhiasan saat Pagi Hari

Nasib Barang Curian yang Terlalu Terkenal

Pencurian ini memunculkan pertanyaan publik, apa yang terjadi pada barang curian yang terlalu terkenal untuk dijual?

Karya seni ikonik dan terkenal yang hilang biasanya tercatat dalam registri global seperti Art Loss Register, sebuah basis data yang menyimpan foto, deskripsi, dan nomor identifikasi setiap karya. Pencatatan ini memudahkan polisi, detektif seni, kolektor, dan rumah lelang untuk mengenali dan melacak barang curian. 

Karena informasi tersebut dapat diakses secara luas, para kolektor besar dan rumah lelang pun enggan mengambil risiko terlibat dalam transaksi ilegal. Jika ketahuan memperjualbelikan karya curian, mereka dapat menghadapi konsekuensi hukum, kehilangan reputasi, dan potensi kerugian finansial yang tinggi. Alhasil, menjual karya curian di pasar resmi hampir mustahil.

Melansir Guardian, kasus serupa pernah terjadi pada Green Vault Heist di Dresden, Jerman, pada November 2019. Sekelompok pencuri menembus keamanan museum dan membawa lari koleksi perhiasan bernilai lebih dari 113 juta euro. Pelaku berhasil ditangkap setahun kemudian dan mengembalikan 31 barang curian. Namun, sebagian besar koleksi masih hilang dan diduga telah dilebur, dijual secara terpisah di pasar gelap, atau disimpan oleh para pelaku.

Dalam kasus Louvre, banyak yang berspekulasi pelaku akan membongkar atau menjual potongan-potongan perhiasan secara terpisah agar lebih sulit dilacak. 

“Saat perhiasan dipotong, selesai. Kita tak akan melihatnya utuh lagi,” ujar ahli pemulihan karya seni, Christopher Marinello kepada Reuters pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Masih mengutip Reuters, Marc Balcells, kriminolog asal Spanyol yang meneliti kejahatan warisan budaya, mengungkapkan bahwa perhiasan sering dilebur atau diolah kembali menjadi permata sebelum dijual di pasar gelap.

Sementara itu, Arthur Brand, detektif seni asal Belanda, memperingatkan bahwa kemungkinan besar barang-barang itu tidak akan kembali dalam kondisi utuh.

“Kalau ada emas dan perak, itu bisa dilebur, jadi ini benar-benar perlombaan melawan waktu,” ungkap Brand kepada ABC News pada Senin, 20 Oktober 2025.  

Alexandre Giquello, Presiden rumah lelang Drouot, juga menekankan risiko tinggi dari pemotongan perhiasan dan menyoroti konsekuensi hukumnya. 

“Idealnya, pelaku menyadari betapa seriusnya tindakan mereka dan mengembalikan barang‑barang itu, karena perhiasan itu sama sekali tak bisa dijual,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa setiap upaya memisahkan atau memotong ulang perhiasan curian menimbulkan risiko hukum bagi semua pihak yang terlibat, termasuk pelaku dan perantara, yang dapat menghadapi sanksi pidana serius.

Jadi, dengan berbagai kemungkinan seperti dilebur, dijual, atau disimpan sebagai 'trophy', menurut kamu, mana yang paling mungkin terjadi pada perhiasan Louvre yang dicuri ini?

Baca juga: Daftar 6 Pencurian Dramatis di Museum Louvre: Mahkota Berlian Raib, Mona Lisa Hilang Digondol Maling

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved