Belum Ada Capres Kuat Pilpres 2014
Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerjasama Majalah Indonesia 2014 menggelar diskusi publik terkait
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerjasama Majalah Indonesia 2014 menggelar diskusi publik terkait Calon Presiden (Capres) RI 2014 di Aula Fakultas Kedokteran, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Makassar, Kamis (19/12/2012).
Hadir peniliti LSI Dr Saiful Mujani, Dr Kuskridho Ambardi, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Konsultan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Marbawi A Katon, Ketua Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Adi Suryadi Culla.
Selanjutnya, Prof Dr Salim Said, Dekan FISIP Unhas Hamka Naping, Wakil Dekan FISIP Unhas Prof Dr Armin Arsyad, Dosen HI Unhas Pusparida Syahdan MA, Nasir Badu MA, Baruhanuddin MA, dan dosen FISIP Unhas lainnya. Hadir pula ratusan mahasiswa FISIP Unhas dari berbagai jurusan.
Dr Kuskridho Ambardi dalam paparan survei LSI pradiskusi bertema Menuju Pilpres 2014 Yang Lebih Berkualitas ini, mengatakan, serangkaian survei nasional yang mereka lakukan sepanjang 2012 menunjukkan belum adanya tokoh dengan dukungan kuat, "yakni, mereka yang akan dipilih secara spontan (top of mind) dengan jumlah suara rata-rata di atas 10 persen,"katanya.
Nama-nama bakal calon (Balon) Presiden 2012 yang selalu menonjol dalam pertanyaan LSI yakni, Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Presiden RI Megawati Soekarno Hatta, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Wakil Presiden (Wapres) RI HM Jusuf Kalla (JK), dan Ketua Ormas Nasional Demokrat Surya Paloh.
Total suara yang diperoleh calon yang masuk dalam 10 besar rata-ratanya hanya 33 persen. Meski belum ada tokoh yang cukup menonjol untuk menjadi presiden 2014, namun ada sejumlah tokoh yang sudah dikenal luas.
Mereka yang dikenal luas, yakni mereka yang dikenal pemilih dengan skor di atas 60 persen. Masalahnya, terlalu sedikit pemilih mampu menentukan pilihan.
Tokoh-tokoh yang sudah dikenal luas oleh pemilih, yakni Megawati di posisi teratas 94 persen, JK di urutan kedua yakni 88 persen, Prabowo 78 persen, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn)Wiranto 72 persen, dan Aburizal di urutan terakhir 66 persen.
Baca juga: