Selama Tahun 2016, Bank BCA Catat Laba Bersih Rp 20,6 Triliun

Laba ini ditopang oleh tingkat beban dana yang rendah, kualitas portofolio kredit, serta pertumbuhan aset produktif yang solid

Selama Tahun 2016,  Bank BCA Catat Laba Bersih  Rp 20,6 Triliun
Harian Warta Kota/henry lopulalan
60 Tahun BCA President Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menunjukan kartu Paspor BCA baru saat launching inovasi produk layanan HUT ke-60 BCA di Menara BCA, Jalan MH Thamri Jakarta Pusat, Rabu (22/2). Dalam momentum ulang tahun ke-60 BCA, BCA menghadirkan produk dan layanan terbaru seperti, Paspor BCA, eBranch BCA, Halo BCA Chat, serta Virtual Assistant Chat Banking BCA (Vira) yang memberikan informasi dan promosi seputar BCA kepada pengguna aplikasi Vira. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk dan para entitas anak mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 14,4 persen menjadi  Rp 20,6 triliun dibandingkan Rp 18,0 triliun pada tahun 2015.

Laba ini ditopang oleh tingkat beban dana yang rendah, kualitas portofolio kredit, serta pertumbuhan aset produktif yang solid, pendapatan bunga bersih BCA meningkat 12 persen menjadi Rp 40,2 triliun pada tahun 2016 dari Rp 35,9 triliun pada tahun 2015.

Pendapatan operasional lainnya tumbuh 13,2 persen menjadi Rp 13,6 triliun pada akhir tahun 2016.

"Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,3 persen menjadi Rp 53,8 triliun pada tahun 2016," kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA saat penyampaian hasil kinerja tahun 2016 di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja mengatakan, kinerja BCA pada tahun 2016 dicapai melalui berbagai inisiatif dalam memanfaatkan peluang-peluang bisnis serta upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional.

Dana giro dan tabungan (CASA) terus bertumbuh didukung oleh layanan perbankan transaksi Bank yang andal dan program tax amnesty pada semester II 2016 juga berkontribusi terhadap kenaikan dana CASA.

Di tengah permintaan kredit yang masih belum sepenuhnya pulih, BCA berupaya mengoptimalkan penyerapan kredit di semua segmen dan menawarkan tingkat suku bunga yang kompetitif kepada debitur Bank.”

"Tahun 2016, portofolio kredit meningkat 7,3 persen dan tercatat sebesar Rp 416 triliun yang ditopang oleh segmen kredit korporasi dan konsumer," katanya saat .

Pencairan kredit korporasi cukup tinggi pada kuartal terakhir tahun 2016 yang disebabkan oleh siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun.

Kredit korporasi tumbuh 9,6 persen menjadi Rp 154,9 triliun pada akhir tahun 2016, sementara kredit konsumer meningkat 9 persen menjadi Rp 109,6 triliun didorong oleh produk-produk kredit konsumer yang kompetitif, terutama kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan kendaraan bermotor roda empat.

"KPR tumbuh 7,6 persen menjadi Rp 64 triliun, sementara Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,1 persen menjadi Rp 34,8 triliun pada tahun 2016. Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 13,7% menjadi Rp 10,8 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 3,8% menjadi Rp 151,9 triliun," katanya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help