Mengapa Bandara Pondok Cabe Belum Kunjung Digunakan untuk Penerbangan Komersial?

"Kalau ada dua kan nanti berantakan komandonya. Kayak di militer, kalau dua komando berantakan."

Mengapa Bandara Pondok Cabe Belum Kunjung Digunakan untuk Penerbangan Komersial?
Tribunnews/JEPRIMA
Alat berat terlihat sedang melakukan peremajaan Bandara atau lapangan terbang Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, Banten, Sabtu (7/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan Bandar Udara Pondok Cabe menjadi bandara udara komersial belum kunjung menemui titik terang. Pejabat di Kementerian Perhubungan bilang masih dalam kajian.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan, sampai saat ini masih belum ditentukan menara kontrol yang akan digunakan di bandara yang terletak di Kota Tangerang Selatan itu.

Dia mengatakan, masih dikaji apakah menara kontrolnya akan bergabung dengan menara di Bandara Halim atau menggunakan menara kontrol sendiri.

"Jadi mengkaji ulang mengenai pemfungsian Pondok Cabe ini sebagai bandar udara. Pondok Cabe dan Halim ini saling potong, makanya harus satu komado," ungkap Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

Baca: Bayar Tagihan Listrik Bisa Pakai Sampah

"Kalau ada dua kan nanti berantakan komandonya. Kayak di militer, kalau dua komando berantakan," sambung Budi Santoso.

Permasalahan lainnya, warga di sekitar bandara disebut kurang setuju bila Bandara Pondok Cabe digunakan untuk penerbangan komersial.

Baca: Teknologi Korea Ini Diklaim Bisa Bantu Kurangi Byar Pet Pasokan Listrik PLN di Daerah

Padahal menurut Kemenhub jika bandara dikomersialkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Setelah kita adakan beberapa perhitungan dan analisis, ternyata banyak penduduk sekitar kurang begitu welcome terhadap pengoperasian Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial yang nantinya akan membangkitkan traffic yang luar biasa di daerah sana bahkan perekonomian masyarakat," sambung Agus Santoso.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved