Massa Aksi 67 Mulai Padati Masjid Istiqlal

Massa aksi 67 atau aksi umat bersatu tegakan keadilan mulai mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Massa Aksi 67 Mulai Padati Masjid Istiqlal
Tribunnews.com/ Yanuar Nurcholis Majid
Massa aksi 67 atau aksi umat bersatu tegakan keadilan mulai mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi 67 atau aksi umat bersatu tegakan keadilan mulai mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Mereka mulai berdatangan guna menjalankan salat jumat sebelum melakukan long march menuju Bareskrim Polri dan kantor Kemendagri untuk menyuarakan aspirasinya.

Pantauan di Masjid Istiqlal, Jumat (6/7/2018), massa mulai berdatangan sejak pukul 10:45 WIB.

Baca: Dokter Bimanesh Merasa Bersalah Rawat Setya Novanto Dalam Keadaan Tidak Lazim

Banyak diantara mereka yang berjalan kaki, ada pula yang naik sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus.

Kantong-kantong parkir di kompleks masjid pun sudah terisi kendaraan massa.

Semakin banyak massa yang merangsek masuk ke Masjid Istiqlal membuat arus lalu lintas di Jalan Banteng Barat hingga ke Jalan Taman Pejambon tersendat.

Baca: ‎Anies Dekat Dengan JK, Puan Maharani: Pak JK Tetap Akan Dukung Jokowi Dalam Pemilu 2019

Kebanyakan dari peserta aksi mereka terlihat datang bersama rekannya.

Berdasarkan pantauan, massa terlihat membawa beberapa bendera yang akan dikibar-kibarkan dalam aksi nanti.

Mereka juga memakai syal dengan motif bendera Palestina.

Ada juga yang memakai ikat kepala bertuliskan "Save Palestina".

Baca: Wakil Ketua DPR Minta Dirjen Perhubungan Laut Utamakan Kemanan Penumpang Kapal

Deri, seorang warga asal Depok, Jawa Barat mengaku datang bersama teman-temannya untuk melakukan aksi 67.

Ia menyerukan agar mendagri Tjahjo Kumolo dicopot, terkait adanya dugaan pelanggaran saat pelantikan Pj Gubernur Jawa Barat, M Iriawan.

"Itu udah enggak bener, kami semua menyerukan agar Mendagri di copot dari jabatannya sekarang juga," ujar Deri.

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help