Kamis, 16 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN Bicara Soal Program MBG Tak Terdampak Efisiensi 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana menanggapi soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terdampak efisiensi anggaran 2026.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
TIDAK BERDAMPAK - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terdampak efisiensi anggaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terdampak efisiensi anggaran 2026, meski pemerintah melakukan penyesuaian akibat dinamika perang di Timur Tengah.
  • Dadan menyebut BGN ikut terlibat dalam rapat harmonisasi anggaran pemerintah untuk menyikapi fenomena global, terutama terkait energi dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.
  • Ia menekankan bahwa pihaknya tengah melakukan perhitungan agar bisa berkontribusi menghadapi potensi krisis ekonomi global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terdampak efisiensi anggaran 2026.

Efisiensi anggaran yang bakal diterapkan pemerintah ini sebagai imbas dari dinamika perang di Timur Tengah.

Menurut Dadan, pihaknya tentu siap saja jika efisiensi anggaran dilakukan pada program tersebut.

Ia menegaskan, BGN juga terlibat dalam pembahasan harmonisasi anggaran pemerintah.

"Kami ikut rapat di dalam harmonisasi anggaran menyikapi fenomena global ini terutama terkait energi dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia," kata dia saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).

Dadan menerangkan, BGN saat ini tengah melakukan perhitungan agar bisa berkontribusi pada potensi krisis ekonomi global.

Meski tidak ada arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait pemangkasan anggaran program MBG, Dadan menegaskan, BGN tetap berinisiatif melakukan efisiensi penggunaan anggaran.

"Kami sedang melakukan juga hitungan-hitungan agar kami bisa ikut berkontribusi di dalam menyikapi krisis yang ada. Kami memiliki sense of crisis untuk memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," tutur dia.

Ia menjelaskan langkah efisiensi yang dilakukan adalah memastikan anggaran yang ada digunakan secara efektif.

Kemudian juga menata ulang berbagai kegiatan agar lebih efisien.

BGN memiliki pagu anggaran sebesar Rp268 triliun dengan dana cadangan sekitar Rp67 triliun. 

Pihaknya berupaya memaksimalkan penggunaan pagu anggaran utama tanpa mengandalkan dana cadangan tersebut.

“Langkah pertama yang sedang kami lakukan adalah mengoptimalkan Rp268 triliun itu, dan kami coba tidak menghitung yang cadangan. Sehingga kami efektifkan yang Rp268 triliun tersebut,” kata Dadan.

BGN saat ini juga masih melakukan berbagai kajian untuk penggunaan maksimal anggaran. 

Dari hasil perhitungan tersebut, lanjutnya, akan disampaikan setelah proses evaluasi selesai dilakukan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved