Kamis, 23 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Viral Anggaran Pengadaan Laptop hingga Alat Makan Capai Rp4 Triliun? Ini Kata BGN

Kepala BGN Dadan Hindayana membenarkan adanya pengadaan tersebut, namun membantah nilai fantastisnya.

Editor: Erik S
Tribunnews.com/Lita Febriani
PENGADAAN BARANG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, seluruh pengadaan dilakukan secara terukur, sesuai kebutuhan riil di lapangan. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional menjelaskan pengadaan operasional setelah isu anggaran triliunan viral di media sosial
  • Kepala BGN membantah angka fantastis, menyebut pengadaan laptop dan alat makan jauh lebih kecil
  • Seluruh pengadaan dilakukan terukur sesuai kebutuhan, termasuk melalui mekanisme resmi dan pengawasan ketat pemerintah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait pengadaan keperluan operasional, yang menjadi sorotan publik.

Sorotan muncul setelah sebuah video viral di media sosial menyebutkan bahwa ada anggaran BGN yang mencapai Rp4 triliun dibelikan alat dapur, makan, laptop maupun kaos kaki.

Kepala BGN Dadan Hindayana membenarkan adanya pengadaan tersebut, namun membantah nilai fantastisnya.

Ia menegaskan, seluruh pengadaan dilakukan secara terukur, sesuai kebutuhan riil di lapangan.

"Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar," tegas Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dadan menyampaikan, sepanjang tahun 2025, pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya dilakukan sebanyak 5.000 unit. 

“Pengadaan laptop bukan 32.000 unit seperti yang beredar, tetapi hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025,” tutur dia.

Sementara itu, terkait kaos kaki, Dadan menekankan, kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan saat pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). 

Ia mengatakan, kaos kaki itu bukan pengadaan dari BGN.

Melainkan bagian pendidikan SPPI sebagai perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan.

Baca juga: Anggaran BGN Rp 113 M untuk Pengadaan Jasa EO Disorot, Ini Penjelasan Dadan Hindayana

Ia menyebut, pelaksanaan pendidikan SPPI dilakukan di Universitas Pertahanan dengan menggunakan anggaran dari BGN yang dikelola melalui mekanisme swakelola tipe 2. 

Dalam skema ini, pelaksanaan kegiatan, termasuk pengadaan perlengkapan, dilakukan oleh pihak Unhan. 

"Jadi perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI," ujarnya.

Selain itu, terkait pengadaan alat makan hanya dilakukan untuk 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

"Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG yang dibiayai APBN dengan pagu sekitar Rp215 miliar," sebut Dadan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved