Selasa, 7 April 2026

KADIN Klaim Siapkan 100 Proposal Unggulan Sektor Perikanan dan Maritim

pada tahap awal Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan akan meminta Kadin daerah, asosiasi dan pelaku usaha non Kadin di seluruh Indonesia

Penulis: Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan mengaku tengah menyiapkan 100 proposal unggulan di sektor perikanan dan maritim. Semua proposal unggulan itu diklamnya diperkirakan akan menyerap kredit perbankan sebesar Rp 43 triliun, sepanjang tahun 2015.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (8/5/2015).

"Kami akan menyeleksi dan menghasilkan 100 proposal unggulan, untuk mendukung pelaku usaha sektor perikanan dan maritim mendapatkan kredit pembiayaan Rp 43 triliun," ujarnya.

Ia menuturkan, pada tahap awal Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan akan meminta Kadin daerah, asosiasi dan pelaku usaha non Kadin di seluruh Indonesia untuk mengirimkan proposal.

Sehingga setiap pelaku usaha sektor Kelautan dan Perikanan bisa memanfaatkan momentum tersebut secara optimal.

"Asumsi kami, setiap daerah akan mengirimkan sekitar 10 proposal. Sehingga jumlah totalnya untuk 33 provinsi mencapai 330 proposal. Nah dari 330 proposal itu akan kami screening untuk mendapatkan 100 proposal unggulan yang akan mendapatkan kredit tersebut," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Yugi, pihaknya ingin memulai penyaluran kredit tersebut pada tiga bisnis kelautan dan perikanan lebih dulu. Di antaranya yakni bisnis pelabuhan, budidaya udang, dan sentra perikanan terpadu. Nilai ekspor ketiga bisnis itu cukup tinggi dan banyak pelaku usaha yang telah memiliki proposal tersebut. Apalagi, katanya, bisnis itu memiliki waktu cepat untuk balik modal.

Yugi menjelaskan, program pemberian kredit perbankan itu didukung oleh seluruh perbankan nasional dan asing yang ada di Indonesia. Namun sebagai bank inisiator, baru tercatat sekitar 8 bank. Yaitu, BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Danamon, BTPN, Bank Permata, Bank Bukopin, dan BPD Sulsel.

Menurut Yugi, program yang diinisiasi oleh Kadin Kelautan Perikanan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, telah dibahas sejak Oktober 2014 lalu.

Artinya, para pelaku usaha di sektor kelautan, perikanan dan maritim, memang telah menantikan dukungan pembiayaan dalam pengembangan usaha mereka.

"Karena itu, kami optimistis, kredit sebesar Rp 43 triliun bakal terserap seluruhnya oleh pelaku usaha sektor kelautan perikanan dan maritim. Kredit itu juga akan ditujukan untuk membantu koperasi nelayan," kata Yugi.

Ia mengatakan, usulan program itu dimulai dari keinginan pihaknya untuk menjadikan sektor perikanan dan maritim Indonesia menjadi nomor 1 di dunia.

Sama seperti hasil kepala sawit Indonesia yang telah menjadi nomor satu di dunia karena sebelumnya didukung Bank Indonesia dan pemerintah.

Terlebih saat ini, Indonesia juga mempunyai sumber pendukung yang sama, yaitu OJK dan pemerintah.

"Ditambah lagi, laut kita nomor 2 terbesar setelah Kanada. Jadi kita sangat optimistis hal itu tercapai," kata Yugi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved