Breaking News:

Aset BUMN Tak Produktif Bakal Dijadikan ‘The Next’ M Bloc Space

Kelahiran M BLoc Space yang memanfaatkan aset terbengkalai milik BUMN PT Peruri (Persero) memantik refungsi aset negara lainnya.

Instagram/ mblocspace
M Bloc Space di Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Kelahiran M BLoc Space yang memanfaatkan aset terbengkalai milik BUMN PT Peruri (Persero) memantik refungsi aset negara lainnya.

Hal itu seperti diutarakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam dalam audiensi dengan Founder M Bloc Space PT Ruang Riang Milenial (RMM) Handoko Hendroyono di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

”M Bloc salah satu model bisnis yang baik dengan memanfaatkan aset milik negara untuk edukasi serta bisnis secara bersamaan," ujar Teten.

Menurut Teten, banyak aset-aset BUMN yang bisa dikelola seperti M Bloc lewat lahan PT Peruri Persero, misalnya seperti aset milik Kereta Api dan PT Pos yang bisa digunakan secara optimal.

“Memanfaatkan aset-aset negara di perusahaan pelat merah yang tak terpakai dengan konsep tanah terbuka, gedung-gedung lama menjadi marketplace akan menggerakkan perekonomian masyarakat.”

“Itu jadi bagian kerja sama kami dengan Kementerian BUMN memanfaatkan aset BUMN yang tak produktif untuk marketplace UMKM berbasis komunitas. Karena market kita sangat besar," ujar Teten lagi.

Baca: Menkop Fokus Dandani Internal Sebelum Usul Kenaikan Pagu Anggaran 2021

Melalui marketplace, diharapkan UMKM bakal menaikkan levelnya.

"Kami mendorong produk UMKM go global, bagaimana ngebranding produk kopi misalnya, menjadi kopi yang bersaing di kelas dunia, lewat marketplace," ucapnya.

Gayung bersambut, Founder M Bloc Space PT Ruang Riang Milenial (RMM) Handoko Hendroyono memiliki tekad mengembangkan yang seperti M Bloc di kota-kota lain seperti Bandung maupun Surabaya.

"Jadi tak hanya membangun brand produknya saja tapi juga komunitas. Bukan cuma M Bloc saja, tapi pihak lain pun silahkan. Karena M Bloc diharapkan menjadi salah satu role model yang sudah ada. Dan bisa diikuti oleh beberapa pihak serta lokasi yang lain," imbuh Handoko.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved