Breaking News:

Virus Corona

Penumpang Kereta Api Akan Mendapatkan Subsidi Biaya Layanan Rapid Test dari Pemerintah

Ada kabar gembira untuk penumpang Kereta Api (KA). Jika selama pandemi covid-19 wajib melakukan rapid test, nantinya akan disubsidi pemerintah.

Penulis: Hari Darmawan
Tribunnews/Herudin
Petugas medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 kepada calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggelar layanan tes cepat Covid-19 untuk pengguna kereta api jarak jauh di stasiun dengan biaya Rp 85 ribu dan akan tersedia bertahap di 12 stasiun besar di Pulau Jawa. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada kabar gembira untuk penumpang Kereta Api (KA). Jika selama pandemi covid-19 wajib melakukan rapid test, nantinya akan disubsidi pemerintah.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pemberian subsidi layanan rapid test untuk 

Menurutnya, di tengah Covid-19 ini pemerintah harus mendorong operasional transportasi publik agar tetap bertahan dengan memberikan subsidi.

Baca: Ade Firman Hakim Meninggal Dunia Akibat Asma Akut, Hasil Rapid Test Tunjukkan Non-Reaktif

Baca: Puncak Arus Balik Libur Panjang, Penumpang Kereta Api Meningkat hingga 88 Persen

Sejumlah penumpang berada di dalam rangkaian KRL saat berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang berada di dalam rangkaian KRL saat berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Subsidi terkait biaya layanan rapid test bagi penumpang KA, lanjut Zulfikri, saat ini sedang dikaji dan didiskusikan dengan pemerintah.

"Pemberian subsidi biaya layanan rapid test ini juga, sebagai upaya kami untuk memberikan kepercayaan kepada penumpang KA," kata Zulfikri dalam konferensi virtual, Kamis (17/9/2020).

Selain itu Zulfikri juga menjelaskan, terkait grafik perjalanan dan penumpang KA terkena dampak yang cukup signifikan akibat Covid-19.

"Saat ini, okupansi KA antar kota dan lokal per perjalanan ialah 47 persen dengan jumlah penumpang sekitar 68 ribu orang per hari," ujar Zulfikri.

Ia juga mengatakan, pada September 2020 ini angkanya semakin menurun dan okupansinya hanya 27 persen dengan jumlah penumpang sekitar 19 ribu orang per hari.

"Tak hanya itu, jumlah penumpang KRL yang biasanya mencapai 1 juta orang per hari kini anjlok jadi 415 ribu orang per hari dengan okupansi 27 persen," kata Zulfikri.
--

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved