Pemerintah Perlu Serius Memaksimalkan Minyak Jelantah Sebagai Biodiesel

Jika tidak diatur, minyak jelantah akan terus didaur ulang dan membahayakan kesehatan warga. 

Dokumentasi Rumah Sosial Kutub
Ibu-ibu antre sedekah minyak jelantah. 

Laporan Khusus Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) kerap berakhir menjadi limbah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa komunitas bergiat mengumpulkan minyak jelantah.

Selain mengurangi limbah, sejumlah negara telah menjadikan minyak jelantah sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Bagaimana potensinya di Indonesia?

Sejak September tahun lalu, warga Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, tak lagi membuang minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah ke  saluran air.

Mereka kini telah mengumpulkan minyak goreng sisa lewat kelompok Dasa Wisma yang dibentuk kelurahan setempat. 

Bantuan usaha untuk dhuafa dari sedekah minyak jelantah 12
Bantuan usaha untuk dhuafa dari sedekah minyak jelantah/Dokumentasi Rumah Sosial Kutub

Setidaknya, 78 jeriken minyak jelantah telah berhasil dikumpulkan.

Upaya ini tak hanya membuat saluran air warga lebih lancar, tapi juga menjadi kian bersih dan tak bau. 

Minyak jelantah itu lalu ditampung oleh Rumah Sosial Kutub, lembaga sosial yang juga bergerak mengelola dana zakat, infaq dan shodaqoh.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved