Konflik Rusia Vs Ukraina

Jerman Kurangi Separuh Impor Minyak Rusia Mulai Musim Panas Ini

Jerman siap mengurangi separuh impor minyak Rusia pada musim panas mulai Juni mendatang

National Geographic
Peta pipa gas Rusia ke sejumlah negara Eropa termasuk Jerman sebagai salah satu pembeli terbesarnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN – Jerman siap mengurangi separuh impor minyak Rusia pada musim panas mulai Juni mendatang, setelah negara-negara Barat berusaha memutuskan hubungan ekonomi dengan Moskow.

Sebelum Rusia menginvasi Ukraina, Jerman mengimpor sepertiga minyak, 45 persen pembelian batubara, dan 55 persen gas dari Rusia.

“Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah melakukan upaya intensif dengan semua pihak terkait untuk mengimpor lebih sedikit bahan bakar fosil dari Rusia dan memperluas basis pasokan kami,” kata Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (25/3/2022).

Selain pengurangan impor minyak, Jerman berharap menghentikan penggunaan batubara Rusia pada musim panas atau musim gugur tahun ini.

Baca juga: Putin Ingin Gas Alam Rusia Dibayar Pakai Rubel, Harga Gas Terkerek, Kanselir Jerman Menolak

Namun, mengenai impor gas, Habeck mengatakan, lebih rumit, dan Jerman diperkirakan dapat menghentikan sebagian besar impor gas dari Rusia hanya pada pertengahan tahun 2024.

“Tonggak penting pertama telah dicapai untuk membebaskan kita dari cengkeraman impor Rusia,” tambah Habeck.

Baca juga: Mantan Kanselir Jerman: Yang Terjadi di Ukraina Adalah Konsekuensi dari Kegagalan Politik

Minggu ini, Habeck juga menyetujui kesepakatan mengenai pasokan hidrogen dan gas alam cair (LNG) dengan negara-negara Teluk.

Berdasarkan perjanjian tersebut, AS akan bekerja dengan mitra untuk memastikan tambahan 15 miliar meter kubik LNG untuk Uni Eropa pada tahun 2022.

Baca juga: Nggak Kurang Akal, Ekonominya Diblokir, Rusia Bolehkan Bayar Migasnya Pakai Bitcoin

Sebelum nya, Pemerintah Jerman telah membekukan proyek pipa Nord Stream 2, bergabung dengan sekutu dalam menjatuhkan sanksi hukuman terhadap Rusia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved