Konflik Rusia Vs Ukraina
Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Risalah Donald Trump Setop Bantuan Militer ke Ukraina
Pasar menilai memburuknya hubungan AS-Ukraina sebagai sinyal potensi meredanya konflik, yang dapat berujung pada pelonggaran sanksi terhadap Rusia.
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Harga minyak dunia di pasar global dilaporkan anjlok ke level terendah, setelah Presiden AS Donald Trump menyetop sementara bantuan militer ke Ukraina.
Mengutip data Reuters, harga minyak berjangka jenis Brent turun 54 sen atau 0,75 persen menjadi 71,08 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa (4/3/2025).
Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS dilaporkan turun 36 sen atau 0,53 persen hingga harganya di obral murah jadi 68,01 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak terjadi tepat setelah Gedung Putih mengkonfirmasi rencana Presiden Trump yang akan menunda seluruh bantuan militer AS ke Ukraina, menyusul ketegangan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Oval pekan lalu.
Baca juga: Ukraina Serasa Dicekik AS, Minta Tolong karena Kurang Pasukan, tapi Washington Ogah Bantu
Pasar menilai memburuknya hubungan AS-Ukraina sebagai sinyal potensi meredanya konflik, yang dapat berujung pada pelonggaran sanksi terhadap Rusia.
Apabila pelonggaran sanksi terealisasi maka dapat membuka kembali saluran pasokan energi Rusia ke pasar global, meningkatkan volume ekspor minyak dan gas Rusia. Kenaikan pasokan minyak dari Rusia ini yang dapat menstabilkan pasar energi global dan menurunkan tekanan pada harga minyak.
Berbeda dari analisa investor pasar, analis Goldman Sachs justru melihat penurunan harga minyak lebih disebabkan oleh keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi menjadi sebesar 138 ribu barel per hari.
Lebih lanjut selain dampak keputusan OPEC+, Goldman Sachs menilai penurunan harga minyak sebagai respons terhadap keputusan Presiden Donald Trump yang mengenakan tarif 25 persen atas impor dari Kanada dan Meksiko.
Ini lantaran Kanada dan Meksiko adalah dua mitra dagang utama AS, dan tarif tinggi dapat mengganggu hubungan perdagangan yang stabil.
Ketika pasar melihat kemungkinan penurunan aktivitas ekonomi atau ketidakpastian yang meningkat, hal ini bisa meredam permintaan global terhadap energi, termasuk minyak. Permintaan minyak yang lebih rendah cenderung menurunkan harga minyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Trump-Berpartisipasi-dalam-Pelantikan-Menteri-Perdagangan-Howard-Lutnick.jpg)