Minggu, 31 Agustus 2025

Mudik Lebaran 2025

Pengamat Logistik Minta Jadwal Pelarangan Truk Sumbu 3 Selama Lebaran Lebih Selektif 

Pemerintah akan menindak secara tegas truk ODOL beroperasi selama arus mudik Lebaran karena sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
ISTIMEWA
PEMBATASAN TRUK LOGISTIK - Pengamat Industri Logistik dan Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Sugi Purnoto. Sugi berpendapat, pelarangan terhadap truk sumbu 3 selama arus mudik Lebaran yang terlalu lama akan memberatkan dan merugikan industri logistik. 


 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat industri logistik Sugi Purnoto berpendapat, pelarangan terhadap truk sumbu 3 selama arus mudik Lebaran yang terlalu lama akan memberatkan dan merugikan industri logistik.

Mengacu pada pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya, pelarangan udah bisa dibuat secara selektif dan hanya diterapkan pada saat puncak Lebarannya saja.
 
Selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 ini, truk sumbu 3 dilarang Pemerintah melintas di jalan arteri dan jalan tol mulai 24 Maret hingga 8 April 2025.

Sugi bilang, penetapan pelarangan truk sumbu 3 selama Lebaran itu tidak bisa hanya mengikuti pola Lebaran tahun-tahun sebelumnya mengingat pembangunan jalan tol juga sudah semakin bertambah. 
 
Menurut dia, pelarangan saat Lebaran tahun ini harus mulai selektif lagi dilakukan dengan mempertimbangkan siklus psikologi saat jatuhnya Lebaran.

Sehingga, lamanya pelarangan yang ditetapkan batasannya bisa berbeda dari aturan-aturan yang berlaku pada Lebaran sebelumnya. 

“Jadi, tidak boleh hanya meng-copy paste aturan dari Lebaran sebelumnya. Tapi, harus dianalisa lagi mengingat jumlah jalan tol yang dibangun juga sudah bertambah. Hal ini untuk mengurangi kerugian yang dialami industri karena terlalu lamanya pelarangan itu diberlakukan,” ujar Sugi dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2025).

Konsultan di Supply Chain Indonesia ini menuturkan, jika melihat siklus Lebaran tahun ini di mana pada Jumat, 29 Maret 2025 itu ada hari libur Nyepi, dan Lebaran jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 atau awal minggu.

Kemungkinan orang mudik setelah Lebaran itu akan berkurang drastis atau hanya sekitar 20 persen saja dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 
Hal itu dikarenakan tahun sebelumnya itu lebarannya jatuh pada tengah minggu.  
 
Jadi, perlu dibuat kalkulasi lagi, jangan sampai kebijakan pelarangan itu kemudian mengorbankan kegiatan logistik yang posisinya sangat besar dibutuhkan masyarakat. 

Dia mencontoh seperti komoditi air minum dalam kemasan (AMDK) yang tidak banyak stoknya di mini market.

“Kalau distribusinya terhambat dari 24 Maret 2025 hingga 8 April 2025 nanti, stok di minimarket itu kan bisa kosong. Kita mau minum apa nanti? Apalagi sudah banyak masyarakat khususnya di Jakarta yang nggak minum air rebusan lagi,” ucapnya.

Baca juga: Kebijakan Larangan Truk ODOL Melintas di Jalan Raya Efektif Berlaku Usai Lebaran 2025


 
Karenanya, pola pengaturan pelarangan untuk angkutan logistik yang dari Barat menuju Pulau Jawa itu diberlakukan hanya sampai pukul 07.00 tanggal 1 April 2025 atau 2 April 2025 pukul 12.00.  

“Artinya, setelah itu angkutan logistik truk sumbu 3 boleh mengalir, baik di dalam kota Jabodetabek maupun juga mengalir dari Barat menuju ke Timur Pulau Jawa,” ungkapnya.
 
Yang agak kendala itu, menurutnya, yang menuju Sumatera yang jumlah pemudiknya jauh lebih besar dari yang mudik ke Pulau Jawa.

Apalagi, mudik ke Sumatera itu harus melalui penyeberangan kapal dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Tapi, katanya, itu juga masih memungkinkan untuk dilakukan metode pelarangan secara selektif.

“Jadi, bisa saja pada 2 April itu sudah bisa dibuka tapi memang melihat kondisinya. Jika memang masih full, yang tentu bisa dilakukan pelarangan lagi. Tapi, begitu tengah malamnya menuju tanggal 3 April kan sudah kosong itu dan bisa dibuka untuk truk logistik sumbu 3,” katanya.

Baca juga: Truk ODOL Akan Dibatasi Selama Arus Mudik Lebaran 2025


 
Apalagi, jika pemerintah juga memperbolehkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan Work From Anywhere (WFA) selama libur Lebaran, menurut Sugi, mereka sudah bisa mudik lebih awal pada tanggal 22 Maret 2025.

Kemudian, kegiatan-kegiatan mudik bersama itu juga bisa dilakukan antara tanggal 25 atau 26 Maret 2025.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan