Harga Saham BCA Makin Ambrol, Bagaimana Masa Depannya?
UBS Sekuritas Indonesia yang juga tercatat menjual aksi jual untuk periode yang sama sebanyak 3,83 juta lot saham BBCA.
“Meskipun manajemen tetap berhati-hati dalam ekspansi, kami yakin BBCA akan terus mengalami pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tulis mereka dalam risetnya.
Adapun, rekomendasi tersebut mengacu pada laba bersih BBCA secara bank only dalam dua bulan pertama tahun 2025 yang tumbuh 8,4 persen YoY menjadi Rp 9 triliun.
Profitabilitas operasional dicapai dengan margin bunga bersih (NIM) yang lebih kuat sebesar 5,7%, atau naik 22 bps secara tahunan.
Ke depan, mereka memperkirakan BBCA akan tetap tangguh meskipun ada ketidakpastian ekonomi makro dengan memanfaatkan posisi likuiditasnya yang kuat dan biaya pendanaan yang rendah. Menurut mereka fokus strategis bank pada aset dengan imbal hasil yang lebih tinggi seharusnya semakin meningkatkan pengembalian.
“Target harga kami sebesar Rp 11.675 didasarkan pada target rasio P/BV FY25E sebesar 4,8x,” tulis mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Anjlok-dan-Sempat-Trading-Halt_20250318_162647.jpg)