Senin, 1 September 2025

Menhub Absen Lagi saat Bahas Nasib Ojol, DPR: Rakyat Kecil Seperti Tak Didengar

Sofwan menekankan bahwa pemerintah dan DPR semestinya hadir sebagai penyeimbang kekuasaan dan berpihak pada rakyat, bukan justru menguatkan pihak apli

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
NASIB OJEK ONLINE - Rapat Kerja antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan RI bahas nasib dan permasalahan ojek online (ojol), di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). Dalam kesempatan ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kembali tidak hadir. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketidakhadiran Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Senin (30/6/2025) memicu sorotan tajam.

Rapat yang dijadwalkan membahas nasib pengemudi ojol (ojek online) itu kembali tak dihadiri Menhub Dudy, dan dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap suara rakyat kecil.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan. Ia menyebut, ini adalah kali kedua Menhub mangkir dari agenda penting yang menyangkut kelangsungan hidup para pengemudi ojol.

"Karena suara kami ini seperti tidak didengar. Suara rakyat wong cilik yang menjadi ojol ini seperti enggak didengar. Pada pertemuan yang lalu Pak Menteri berhalangan hadir, hari ini berhalangan hadir lagi," ujar Sofwan dengan nada geram.

Sofwan menekankan bahwa pemerintah dan DPR semestinya hadir sebagai penyeimbang kekuasaan dan berpihak pada rakyat, bukan justru menguatkan pihak aplikator yang menurutnya sudah cukup kuat secara ekonomi dan akses.

“Bukan memperkuat pemodal. Pemodal kan sudah kuat. Enggak usah diperkuat oleh Komisi V, oleh DPR. Mereka sudah kuat, Pak,” ucap legislator dari Fraksi PDIP tersebut.

Baca juga: Skandal Beras! 212 Merek Bermasalah, Pedagang Cipinang Oplos Premium dengan Raskin dan Menir

Ia meminta semua pihak, khususnya pemerintah, untuk memiliki empati dan keberpihakan yang nyata terhadap para pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojol yang hidupnya bergantung dari penghasilan harian di jalanan.

“Kita semua yang ada di ruangan ini mungkin sudah cukup isi rekeningnya untuk bertahan hidup. Gimana dengan teman-teman kita yang hidup di jalan itu, Pak?” katanya.

"Adilkah kita mendiamkan ini semua? Pancasila-kah kita? Sudahkah kita berpancasila melihat ketidakadilan terjadi dan kita diam?" lanjutnya dengan nada retoris.

Baca juga: Sudah Final, Kemenhub Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen

Ketidakhadiran Menhub Dudy dijelaskan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana.

Ia menyampaikan bahwa Menteri Dudy sedang menjalani agenda bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Namun, tak ada penjelasan lebih lanjut terkait detail agenda tersebut.

“Izinkan pertama kali menyampaikan salam hormat dan maaf dari bapak Menteri, karena tidak bisa hadir karena ada kegiatan dengan bapak Presiden di Istana,” kata Suntana di hadapan anggota dewan.

Hingga kini, belum jelas apakah pemerintah akan menindaklanjuti tuntutan Komisi V terkait perlindungan dan regulasi yang lebih berpihak pada pengemudi ojol.

Padahal, tekanan terhadap sektor ini terus meningkat seiring gelombang protes yang disuarakan para pengemudi karena rendahnya tarif dan minimnya perlindungan kerja.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan