Demo di Jakarta
Satu Nyawa Tak Ada Gantinya, Joko Anwar Harap Tak Ada Lagi Korban Jiwa dalam Unjuk Rasa
Sineas Joko Anwar menyayangkan adanya nyawa melayang dalam aksi demonstrasi pada Kamis malam.
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Sineas Joko Anwar menyayangkan adanya nyawa melayang dalam aksi demonstrasi pada Kamis malam.
"Satu nyawa rakyat itu gak ada gantinya," kata Joko Anwar ketika ditemui di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).
Joko Anwar menilai usaha polisi untuk meredakan kesedihan keluarga dengan bertanggung jawab atas apa yang terjadi, tak bisa membuat amarah rakyat terhenti.
"Usaha mereka enggak bisa dibandingkan dengan nyawa yang sudah melayang dan itu harus dihentikan dan gak boleh terjadi," ucapnya.
Jokan, sapaan akrabnya, bersyukur masyarakat kompak menyebarluaskan aksi keji Brimob yang menabrak dan melindas Affan Kurniawan di media sosial.
"Karena ini kejadian yang real, bukan disebarkan secara diatur oleh pihak tertentu. Saya bersyukur semua masyarakat bisa melihat ini," tegasnya.
Ketika ditanyakan siapa yang wajib disalahkan, Joko Anwar hanya menjawab yang menjalankan sistem di Negeri ini.
"Salahnya sistem. Orang menjalankan sistem siapa? Ini berhubungan sama kultur. Rakyat sudah sering diminta untuk maklum, memaafkan kalau ada kesalahan yang dibuat pejabat mereka minta maaf," jelasnya.
Joko Anwar merasa saat ini demonstrasi yang terjadi adalah bentuk kemarahan rakyat kepada Penguasa.
"Kita harus bersuara, bangkit, dan melawan lebih keras baik itu secara fisik maupun dimana saja termasuk di media sosial," ujar Joko Anwar.
Di Jakarta, Affan Kurniawan seorang driver ojek online (ojol) meninggal dunia saat hendak mengantarkan pesanan makanan.
Ia meninggal setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob, saat unjuk rasa yang diwaranai kericuhan, Kamis (28/8/2025).
Kematian Affan memicu gelombang unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan di Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung ricuh.
Tiga orang dilaporkan tewas dalam aksi pembakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/8/2025). Berikut daftar korban:
- Abay, yang sehari-hari bertugas sebagai fotografer di Bagian Humas DPRD Makassar. Korban ditemukan tewas di dalam gedung DPRD Makassar
- Sarina Staf DPRD Makassar, anggota DPRD Fraksi PDIP, Andi Tenri Uji. Korban ditemukan tewas di dalam gedung DPRD Makassar
- Syaiful, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah.
(Wattakotalive.com/Arie Puji Waluyo).
Sumber: Warta Kota
Demo di Jakarta
Eks Aktivis Cipayung Minta DPR Sadar Diri: Tempatkan Sebagai Lembaga Rakyat |
---|
Omara Esteghlal Miris Lihat Gaji Guru Honorer, Butuh 28 Tahun Samai Tunjangan Bulanan Anggota DPR |
---|
Demo Besar-besaran Terjadi, Pangkal Kemarahan Publik Dinilai Berasal dari Blunder Para Anggota DPR |
---|
Menteri Agama Nasaruddin Umar Doakan Affan Kurniawan Menjadi Syuhada |
---|
Warung Makan Milik Ibnu Jamil Terkena Dampak Demo di Pejompongan, Kini Tutup Sementara |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.