Kamis, 14 Mei 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Apa Maksud Trump? AS akan Punya Akses Penuh ke Indonesia

Besaran tarif ini turun signifikan dibanding tarif 32 persen yang diumumkan Trump pekan lalu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
Truth Social/@realDonaldTrump
TARIF TRUMP - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025). Donald Trump Presiden AS mengumumkan tarif impor baru ke Indonesia dan menyebut punya akses penuh ke Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan tarif impor baru untuk Indonesia sebesar 19 persen.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Selasa (15/7/2025), Trump klaim menurunkan tarif impor usai berunding langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Besaran tarif ini turun signifikan dibanding tarif 32 persen yang diumumkan Trump pekan lalu.

Kata dia pemerintah RI sepakat untuk tidak mengenakan tarif kepada komoditas AS.

Termasuk kesepakatan dengan Indonesia di antaranya adalah pembukaan penuh akses pasar RI untuk AS.

Serta Indonesia juga disebut akan membeli 50 unit pesawat Boeing.

"(Sebelumnya) Orang-orang kami tidak bisa masuk (ke Indonesia). Dan sekarang kami mendapatkan akses karena apa yang kami lakukan dengan tarif. Jadi, mereka membayar 19 persen, dan kami tidak membayar apa pun," jelas Trump.

"Mereka akan memberi kami akses penuh ke Indonesia. Kami memiliki akses penuh ke Indonesia, (untuk) semuanya," kata Trump di Gedung Putih sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Selain itu, Trump menyebut Indonesia berkomitmen melakukan impor energi senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar 244 triliun rupiah. 

Indonesia juga disebut bakal membeli komoditas agrikultur AS senilai 4,5 miliar dolar atau 73 triliun rupiah.

Belum diketahui kapan tarif baru yang dikenakan AS akan diterapkan untuk Indonesia.

Lalu apa maksud akses penuh AS ke Indonesia?

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), Harry Su, menyatakan kesepakatan dagang itu lebih lebih menguntungkan AS ketimbang Indonesia.

Pasalnya, AS mendapatkan lebih banyak keuntungan karena Indonesia membuka seluruh pasarnya untuk produk AS.

Dari sisi ekspor Indonesia ke AS, situasinya masih bisa diterima karena para pesaing Indonesia kemungkinan dikenai tarif serupa atau bahkan lebih tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved