Senin, 20 April 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Kesepakatan Dagang RI-AS Akan Perkecil Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat  akan berdampak terhadap sektor tenaga kerja di Indonesia.

|
ist
UNTUNGKAN AS, RUGIKAN RI - Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat akan menekan lapangan kerja di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat  akan berdampak terhadap sektor tenaga kerja di Indonesia.

Dia menyatakan kekhawatiran terhadap potensi menyusutnya peluang kerja di Tanah Air.

Menurutnya, produk-produk dari AS akan dibuat oleh tenaga kerja AS lalu produknya diserap oleh konsumen Indonesia. Dia menilai hal itu bisa memperkecil kesempatan kerja dalam negeri.

Hikmahanto mengingatkan agar Pemerintah RI segera menuangkan kesepakatan tersebut dalam bentuk perjanjian bilateral. Jika tidak, negara-negara anggota World Trade Organization atau Organisasi Perdagangan Dunia bisa menuntut perlakuan yang sama.

"Sesuai prinsip Most Favored Nation,” ujar Hikmahanto, Rabu (16/7/2025).

Hikmahanto juga menekankan pentingnya memperkuat pelaku usaha domestik dan mewanti-wanti adanya potensi tekanan dari negara-negara pesaing seperti China dan Uni Eropa.

"Penurunan tarif ini membuka peluang lebih besar ke pasar AS. Tapi pemerintah perlu menyiapkan pelaku usaha domestik, termasuk BUMN, agar siap bersaing dengan produk-produk AS yang masuk lebih mudah," kata Hikmahanto.

Dia menilai kesepakatan dagang ini merupakan capaian signifikan jika dibandingkan dengan negosiasi dengan Uni Eropa yang memakan waktu 10 tahun.

"Capaian (kesepakatan dagang) dengan AS ini sangat signifikan karena dicapai hanya dalam hitungan bulan,” kata Hikmahanto.

Untungkan Petani AS, Indonesia Cuma Jadi Pasar

Kesepakatan dagang RI-AS ini sejatinya lebih menguntungkan AS ketimbang Indonesia. Begitu juga bagi dunia industrinya.

Ini karena ke depan ekspor produk-produk asal AS ke Indonesia akan bebas tarif alias tarifnya menjadi nol persen. Sementara ekspor Indonesia ke AS dikenai tarif 19 persen.

Aturan tambahan berlaku untuk barang yang dikirim lewat negara lain (transhipment).

Artinya jika Indonesia mengirim barang ke AS lewat negara lain maka tarif yang dikenakan adalah tarif tertinggi antara Indonesia dan negara tersebut.

"Pagi ini saya menyelesaikan sebuah kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden mereka yang sangat dihormati, Prabowo Subianto. Kesepakatan bersejarah ini membuka seluruh pasar Indonesia untuk Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah," cuit Trump dalam unggahan di media sosialnya, Selasa (15/7/2025).

"Sebagai bagian dari perjanjian, Indonesia berkomitmen membeli 15 miliar dolar AS dalam energi AS, 4,5 miliar dolar dalam produk pertanian Amerika, dan 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah 777," kata Donald Trump.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved