Perlunya Riset Pasar Independen Sebagai Alat Ukur Kinerja Perusahaan
Bisnis jasa pengiriman atau ekspesidi semakin ketat di tahun 2025. Agar bisa bertahan, diperlukan riset pasar independen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis jasa pengiriman atau ekspesidi semakin ketat di tahun 2025.
Agar bisa bertahan, diperlukan riset pasar independen sebagai alat ukur objektif untuk menilai kinerja perusahaan.
"Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, memahami ekspektasi konsumen menjadi kunci. Konsumen kini lebih cermat, menuntut layanan yang personal dan relevan," kata Marketing & Communications Manager TIKI Rudi Cahyadi saat menerima Penghargaan Indonesia Original Brands Award, belum lama ini.
Menurut Rudi, kedekatan emosional antara brand dan konsumen bukan lagi nilai tambah, tapi menjadi fondasi dalam membangun loyalitas dan menjadikan pelanggan sebagai advokat merek.
"Prinsip inilah yang kami pegang teguh bahwa brand lokal bisa bersaing sejajar bahkan melampaui merek global bila berfokus pada kebutuhan dan pengalaman pelanggan," beber Rudi Cahyadi.
Rudi Cahyadi mengatakan dukungan yang konsisten dari para pelanggan dan mitra menjadi energi terus beradaptasi dan berkembang.
"Penghargaan ini menjadi validasi atas kerja keras seluruh tim dan sekaliguskomitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di tengah dinamika industri logistik,” tutup Rudi Cahyadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Ekspedisi.jpg)