Minggu, 26 April 2026

Kemenperin Uji Teknologi CCU, Bisa Tangkap 65 Persen Emisi CO2 Industri

CCU adalah teknologi menangkap karbon dari proses industri dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
handout
TEKNOLOGI PENGURANG EMISI - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong transformasi menuju industri hijau dengan menginisiasi proyek percontohan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU).

CCU adalah teknologi menangkap karbon dari proses industri dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

Teknologi ini dinilai mampu mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050, sekaligus memberi nilai tambah bagi industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, langkah strategis pemerintah tidak hanya berfokus pada efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga penerapan teknologi rendah karbon.

"Untuk emisi yang sulit dihilangkan sepenuhnya, diperlukan solusi tambahan seperti teknologi Carbon Capture Utilization (CCU), yang mampu menangkap dan memanfaatkan karbon dari proses produksi. Saat ini, kami sedang melaksanakan pilot project CCU berbasis hidrometalurgi di PT Petrokimia Gresik," ungkap Agus pada The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Proyek percontohan yang dilaksanakan di PT Petrokimia Gresik berpotensi menangkap hingga 65 persen emisi CO₂ dari gas buang industri, lalu mengubahnya menjadi soda ash atau baking soda yang memiliki nilai komersial.

Produk tersebut selama ini masih banyak diimpor, sehingga penerapan teknologi ini juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri nasional.

"Teknologi ini bukan hanya mendukung target NZE, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi," tutur Menperin Agus Gumiwang.

Selain teknologi CCU, Kemenperin juga tengah mengeksplorasi pemanfaatan mikro alga sebagai solusi penangkapan karbon yang menghasilkan biomassa, green hydrogen, hingga bahan baku kosmetik.

Baca juga: Purnomo Yusgiantoro: Emisi Karbon Indonesia Bisa Turun Hingga 40 Persen lewat Dukungan Internasional

"Sumber nutrisi utama dari makanan mikro alga itu adalah CO₂ dan mikro alga memiliki nilai tambah yang bisa kita push melalui hilirisasi," ujar Agus.

Teknologi CCU yang digunakan dalam proyek ini dikembangkan oleh UWin Resources Regeneration Inc., perusahaan yang dipimpin oleh Prof. Kenny Hsu.

Teknologi tersebut telah dipatenkan di berbagai negara dan diuji di laboratorium dengan hasil pengurangan emisi CO₂ lebih dari 99 persen, berdasarkan verifikasi lembaga terakreditasi TÜV Rheinland Taiwan.

Pada 22 Januari 2025 lalu, Kemenperin RI, UWin Resources dan PT Petrokimia Gresik menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melaksanakan proyek percontohan berskala industri.

Baca juga: Pangkas Emisi dari Industri, Kementerian Perindustrian Pakai Teknologi CCU

Saat ini, uji coba sedang berlangsung di fasilitas produksi PKG dan dalam dua bulan mendatang diharapkan sudah ada data awal terkait tingkat serapan CO₂.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved