Selasa, 28 April 2026

Mengenal Etanol hingga Dampak Penggunaannya bagi Kendaraan Modern dan Lawas, Simak di Sini

Pemerintah mewacanakan penggunaan Etanol sebesar 10 persen pada Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tayang: | Diperbarui:
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
ILUSTRASI BAHAN BAKAR - Pemerintah mewacanakan penggunaan Etanol sebesar 10 persen untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil di Indonesia. Penambahan Etanol 10 persen (E10) pada BBM dilakukan dalam rangka mendukung program energi terbarukan dan ramah lingkungan yang dicanangkan pemerintah.  

Karena masih dalam tahap implementasi bertahap, BBM Pertamina etanol 10 persen (E10) belum tersedia di seluruh SPBU, terutama di daerah terpencil.

Dampak penggunaan E10 bagi kendaraan

Penggunaan Etanol 10 persen tentu juga memiliki dampak tersendiri bagi kendaraan modern dan keluaran lama (lawas).

Lantas bagaimana dampaknya bagi kedua jenis kendaraan tersebut:

- Kendaraan Modern

Mesin dengan rasio kompresi tinggi dan teknologi injeksi akan merasakan manfaat paling signifikan dari E10, seperti performa yang lebih optimal dan pembakaran yang lebih bersih.

- Kendaraan Lama

Bagi pemilik kendaraan keluaran lama (umumnya sebelum tahun 2000), disarankan untuk berhati-hati. 

Etanol memiliki sifat higroskopis (mudah menyerap air) dan bersifat korosif terhadap beberapa material. 

Hal ini berisiko menyebabkan karat pada tangki bahan bakar atau merusak komponen sistem bahan bakar yang terbuat dari karet atau plastik jenis lama.

Baca juga: RI Ikut Tren Global Campur Etanol di Bensin, Akademisi: Bisa Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kendaraan Honda Aman dengan Penggunaan E10

PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai salah satu produsen sepeda motor terbesar di Indonesia buka suara terkait wacana penggunaan Etanol 10 persen pada BBM.

GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menjelaskan, sepeda motor Honda generasi sekarang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan tersebut.

"Kalau di produk Honda, kita bisa sampai E10 (etanol 10 persen). Kalau dari tahun berapa, saya lupa. Tapi yang sekarang, produk sekarang ini, kita bisa sampai E10," tutur Muhib saat dijumpai di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).

Meski demikian, Muhib mengakui bahwa untuk sepeda motor Honda keluaran lama diperlukan kajian lebih lanjut terkait ketahanannya menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol lebih tinggi.

"Problemnya untuk yang kendaraan tua-tua ini. Saya tidak tahu tahunnya, belum bisa sampaikan. Saya tidak tahu tahun berapa, harus cek," ungkapnya.

 

(Tribunnews.com/David Adi/Lita Febriani)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved