Senin, 13 April 2026

Semen Merah Putih Kenalkan Terobosan MPTree, ‘Pohon Cair’ yang Efektif Serap Karbondioksida 

Di tengah keterbatasan ruang terbuka hijau, kebutuhan akan solusi penyerapan karbon yang lebih efisien menjadi mendesak.

Tribunnews.com/Lita Febriani
SEMEN MERAH PUTIH - Semen Merah Putih menggelar acara bertajuk Dari Laboratorium ke Dunia Nyata, Menumbuhkan Solusi Dekarbonisasi Industri Semen di Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Saat ruang terbuka hijau terbata maka kebutuhan akan solusi penyerapan karbon yang lebih efisien menjadi mendesak.
  • Satu unit MPTree berkapasitas 200 liter mampu menyerap CO₂ setara 16,08 pohon dewasa.
  • Semen Merah Putih memastikan program riset ini tidak berhenti pada skala uji coba.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lonjakan polusi udara di kota-kota besar Indonesia kian mengkhawatirkan. Sekitar 70 persen emisi karbon nasional dengan volume mencapai 123 juta ton CO₂ per tahun disumbang sektor transportasi..

Di tengah keterbatasan ruang terbuka hijau, kebutuhan akan solusi penyerapan karbon yang lebih efisien menjadi mendesak.

Semen Merah Putih yang merupakan brand milik PT Cemindo Gemilang Tbk, resmi mengenalkan inovasi bioteknologi MPTree, sebuah fotobioreaktor mikroalga yang berfungsi sebagai 'pohon cair' penyerap karbondioksida (CO₂) dan polutan udara.

Baca juga: Bos Vale Tekankan Operasi Rendah Karbon di Industri Nikel Nasional

Perusahaan mengungkap bahwa MPTree telah melewati serangkaian uji lapangan di wilayah Yogyakarta dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hasilnya dinilai signifikan, di mana satu unit MPTree berkapasitas 200 liter mampu menyerap CO₂ setara 16,08 pohon dewasa.

MPTree merupakan teknologi yang memanfaatkan keunggulan sel mikroalga yang mampu menyerap CO₂ 15-50 kali lebih efisien daripada mekanisme fotosintesis pohon.

Potensi tersebut kemudian dioptimalkan dalam fotobioreaktor tertutup yang digerakkan oleh sistem hibrid tenaga panel surya dan listrik PLN sehingga kultur mikroalga dapat beroperasi selama 24 jam.

Selain efisiensi penyerapan emisi, MPTree juga diperlengkapi dengan sistem pemantauan berbasis IoT yang menjalankan empat sensor untuk memonitor secara real-time volume CO₂ terserap, produksi oksigen, pH dan suhu air, hingga kepadatan sel mikroalga.

Semen Merah Putih memastikan program riset ini tidak berhenti pada skala uji coba. Perusahaan menargetkan pemasangan unit MPTree baru di Plant Jatiasih, Bekasi, pada Desember mendatang.

Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mencapai target Net Zero Emission.

"Kami meyakini pemosisian usaha berkelanjutan haruslah dilengkapi dengan bukti. Inovasi MPTree membuktikan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan adalah prioritas kami, dan target Net Zero Emission kami didukung oleh sains dan investasi teknologi yang berani. Dengan rencana implementasi di Bekasi, kami menegaskan posisi kami sebagai pelopor industri yang mengubah emisi menjadi solusi berkelanjutan," tutur Ayu dalam acara bertajuk Dari Laboratorium ke Dunia Nyata, Menumbuhkan Solusi Dekarbonisasi Industri Semen di Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Lebih jauh, inovasi MPTree tidak hanya menyerap emisi, tetapi juga menghasilkan biomassa bernilai ekonomi. Sistem ini mampu menyimpan karbon hingga 91,7 persen, terdiri dari 13,5 persen biomassa kering dan 78,2 persen karbon terlarut. Biomassa kering tersebut berpotensi diolah menjadi pupuk hayati (biofertilizer) maupun biofuel.

Komisaris Utama Algaepark Indonesia Mandiri Is Heriyanto menyampaikan, MPTree adalah contoh nyata sinergi sains dan industri.

"Kami menciptakan ekosistem sirkular, di mana emisi yang sebelumnya dianggap polutan kini diubah menjadi biomassa bernilai tambah. Inovasi ini adalah model yang menunjukkan bahwa masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi hijau yang berkelanjutan," ucap Heriyanto.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved