Menko Airlangga Bantah Kesepakatan Dagang RI-AS Batal, Finalisasi Pekan Depan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS masih berlanjut.
Ringkasan Berita:
- Menko Airlangga membantah komitmen perjanjian dagang terkait non tarif barrier antara RI dan AS batal.
- Airlangga bilang, pemerintah akan mengirimkan tim negosiasi ke AS pekan depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih berlanjut.
Dia membantah komitmen perjanjian dagang terkait non tarif barrier antara RI dan AS batal. Airlangga bilang, pemerintah akan mengirimkan tim negosiasi ke AS pekan depan.
"Tim akan berangkat Minggu depan dan akan memfinalisasi sesuai dengan joint statement yang tertanggal 22 Juli," ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jumat (12/12/2025).
Baca juga: Meksiko Terapkan Tarif Impor 50 Persen untuk Indonesia, Menko Airlangga Pastikan Tidak Ada Dampak
Menko Airlangga juga memastikan negosiasi lanjutan ini tidaka akan melibatkan Presiden RI Prabowo Subianto. Pembicaraan antara kepala negara itu akan terjadi setelah negosiasi rampung.
"Sudah semua selesai. Antara Pak Presiden Prabowo dan Presiden Trump sudah selesai. Dan itu sudah bagian dari joint statement kemarin," tutur dia.
Airlangga menegaskan, isu non tariff barrier sudah tidak ada masalah berarti. Saat ini tinggal dituangkan dalam dokumen final.
"Non-tariff barrier tinggal ditulis saja. Yang jadi masalah karena belum ditandatangan," ungkap dia.
Sementara itu, pemerintah berharap penyelesaian final legal drafting perjanjian dagang tersebut akan rampung pada Desember 2025.
Baca juga: Dukung Program Stimulus Pemerintah, ASDP Beri Diskon Tarif Hingga 19 Persen di Liburan Akhir Tahun
"Pokoknya harapannya kita bisa selesaikan perundingan legal drafting-nya di bulan Desember ini. Dokumennya namanya ART. Agreement on Reciprocal Tariff," tegas dia.
Mengutip Reuters pada Rabu (10/12), perjanjian dagang Amerika Serikat yang dicapai dengan Indonesia pada bulan Juli terancam gagal karena Jakarta menarik kembali beberapa komitmen yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, kata seorang pejabat AS pada Selasa (9/12) waktu setempat.
"Mereka mengingkari apa yang kami sepakati pada Juli," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, tanpa memberikan rincian mengenai komitmen spesifik mana yang kini dipertanyakan oleh Indonesia.
Ketika diminta tanggapan, seorang pejabat pemerintah Indonesia mengatakan bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat berjalan sesuai jalur yang telah disepakati oleh para pemimpin di kedua negara.
Sumber Indonesia tersebut juga menyatakan bahwa harmonisasi bahasa diperlukan dalam perjanjian tersebut.
Kedua negara pada Juli mengatakan bahwa Indonesia sepakat untuk menghapus tarif lebih dari 99 persen barang AS dan menghapus semua hambatan non-tarif yang dihadapi perusahaan Amerika, sementara AS akan membatalkan ancaman tarif terhadap produk Indonesia menjadi 19?ri sebelumnya 32%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tarif-resiprokal-INDONESIA-AS-memanas.jpg)