Sabtu, 18 April 2026

Indofarma Bidik Pertumbuhan Pendapatan 112 Persen di Tahun Depan

Indofarma Tbk (INAF) menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2026 sebesar 112 persen dibandingkan prognosis tahun 2025

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
PERTUMBUHAN PENDAPATAN - Jajaran pengurus PT Indofarma Tbk (INAF) saat paparan publik, Jakarta, Senin (22/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Target pertumbuhan 112 persen dipasang seiring dengan perbaikan indikator kinerja keuangan.
  • Hingga triwulan III 2025 perseroan melaksanakan pengelolaan proses bisnis sesuai dengan portofolio.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2026 sebesar 112 persen dibandingkan prognosis tahun 2025.

Target dipasang seiring dengan perbaikan indikator kinerja keuangan, melalui penyeimbangan kembali portofolio bisnis dengan penguatan kontribusi produk farmasi, pengembangan produk yang kompetitif, kemitraan strategis, serta optimalisasi ekspor. 

Baca juga: Deklarasi Anti Korupsi, Indofarma Komitmen Jalankan Prinsip Tata Kelola yang Bersih

Direktur Utama INAF, Sahat Sihombing mengatakan, hingga triwulan III 2025 perseroan melaksanakan pengelolaan proses bisnis sesuai dengan portofolio produk yang dijalankan, pengaturan aktivitas produksi dan distribusi, serta pengendalian biaya operasional melalui penyesuaian struktur biaya.

"Sejalan dengan upaya tersebut, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan, yang tercermin dari rasio beban usaha terhadap penjualan yang menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya serta rasio rugi usaha yang menurun," papar Sahat dikutip Senin (22/12/2025).

Pada tahun 2026, kata Sahat, perseroan akan melanjutkan upaya restrukturisasi kinerja sebagaimana diamanatkan dalam Perjanjian Homologasi, dengan dukungan BP BUMN, Danantara Indonesia, dan PT Bio Farma (Persero) selaku Holding BUMN Farmasi.

Baca juga: Wamenaker Noel Ajak Karyawan Indofarma Berjuang Bersama, Ada Anak Butuh Sekolah

Ia menyebut, target pendapatan 112 persen didukung oleh penerapan lean manufacturing melalui penataan proses dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi  biaya pabrikasi, serta pelaksanaan efisiensi operasional secara menyeluruh. 

"Seluruh inisiatif restrukturisasi tersebut  dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance melalui penguatan pengendalian internal, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved