Banjir Bandang di Sumatera
Pemulihan Pascabencana, Hutama Karya Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara
Hutama Karya mendukung pemulihan konektivitas melalui pemasangan Jembatan Bailey di lokasi bencana banjir bandang Aceh.
Ringkasan Berita:
- Hutama Karya mendukung pemulihan konektivitas melalui pemasangan Jembatan Bailey di lokasi bencana banjir bandang Aceh.
- Pekerjaan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta menjaga kelancaran arus logistik dan bantuan selama masa pemulihan pascabencana.
- Jembatan ini memiliki kapasitas beban kendaraan maksimum 40 ton sehingga dapat dilalui kendaraan angkutan termasuk truk
TRIBUNNEWS.COM, ACEH TAMIANG – Saat bencana memutus akses, yang terhenti bukan hanya jalan, tetapi juga aktivitas warga.
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mendukung pemulihan konektivitas melalui pemasangan Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter pada Jalan Lintas Tengah ruas Kutacane–Blangkejeren di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.
Pekerjaan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta menjaga kelancaran arus logistik dan bantuan selama masa pemulihan pascabencana.
Pemasangan dilakukan di dua lokasi. Jembatan Mengkudu berada di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah.
Baca juga: Mendagri Serahkan Bantuan Pascabanjir ke Warga Desa Geudumbak Aceh Utara
Sedangkan Jembatan Penanggalan berada di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe.
Keduanya berada pada koridor Lintas Tengah yang menjadi akses penting bagi aktivitas harian warga dan distribusi kebutuhan dasar.
Jembatan Mengkudu mulai dapat dilintasi pada Selasa (23/12), dan Jembatan Penanggalan pada Minggu (28/12) kemarin, dengan durasi pekerjaan masing-masing 15 hari dan 6 hari.
Secara teknis, Jembatan Mengkudu memiliki panjang 36 meter dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 2,4 meter.
Jembatan ini memiliki kapasitas beban kendaraan maksimum 40 ton sehingga dapat dilalui kendaraan angkutan termasuk truk.
Sementara itu, dengan bentang yang panjang, Jembatan Penanggalan memiliki panjang 48 meter dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 3,25 meter, mampu dilalui oleh kendaraa dengan kapasitas beban maksimum 40 ton sehingga mendukung kelancaran angkutan logistik.
Jembatan Mengkudu dipasang di atas box culvert pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas.
Sementara itu, Jembatan Penanggalan berada pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas.
Sebelum jembatan berfungsi, akses sempat terputus dan masyarakat mengandalkan lintasan darurat, termasuk akses sementara di sisi box culvert di Mengkudu serta melintas di atas box culvert eksisting di Penanggalan.
Pemulihan Akses Jalan
Pembuatan tanggul dan pengalihan aliran sungai dilakukan di sekitar Sungai Jembatan Natam untuk mengurangi risiko luapan yang kembali memutus akses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jembatan-aceh-u7908.jpg)