Selasa, 19 Mei 2026

Instalasi Panel Surya Pasok 25 Persen Kebutuhan Listrik Industri Cat di Cikande Banten

Pemanfaatan energi terbarukan dari panel surya yang dipasang masif di atap pabrik kini mulai banyak ditempuh industri manufaktur.

Tayang:
(Ho/Campus League)
TRANSISI ENERGI - Intalasi panel surya atap di industri manufaktur cat PT Mowilex Indonesia di kawasan Cikande, Banten. 

Ringkasan Berita:
  • Pemanfaatan energi terbarukan dari panel surya yang dipasang masif di atap pabrik kini mulai banyak ditempuh industri manufaktur untuk mempercepat transisi menuju penurunan emisi secara permanen.
  • Investasi pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seperti panel surya untuk kebutuhan listrik di pabrik dan kantor mampu menekan secara signifikan ketergantungan pada jaringan listrik utama.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemasangan panel surya dengan memanfaatkan luasan atap pabrik menjadi pilihan industri manufaktur untuk mempercepat transisi menuju penurunan emisi secara permanen di operasional pabriknya.

Strategi ini juga menopang upaya mendorong netralitas karbon di sektor industri melalui pemanfaatan sumber-sumber energi baru dan terbarukan seperti energi surya yang sangat melimpah di Indonesia.

Di kawasan Cikande, Banten, perusahaan manufaktur cat Mowilex memaksimalkan energi dari panel surya untuk memasok kebutuhan energi listriknya.

Baca juga: Perjalanan Decoco Luminer Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Lampu Taman Panel Surya

Saat ini sebanyak 25 persen kebutuhan listrik di pabrik ini dipasok dari panel surya yang dipasang di atap pabrik. Sementara, sehari-harinya pabrik ini sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasional dan proses produksinya dimana 71 persen dari total konsumsi energi di pabrik ini berasal dari listrik.

Yossy Tresinya Prameswari, Chief Supply Chain Officer Mowilex Indonesia memastikan listrik yang dibeli untuk mendukung operasional di pabriknya telah dipadankan dengan sumber energi terbarukan yang bersertifikat.

Perusahaan juga melakukan investasi pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seperti panel surya pada kantor pusat dan pabriknya untuk menekan ketergantungan pada jaringan listrik utama.

Instalasi panel surya berskala besar di atap pabrik resmi dioperasikan perusahaan ini di 2025. Sistem ini dirancang untuk menurunkan konsumsi listrik pabrik hingga 25 persen.

Sebelumnya, perusahaan telah berinvestasi di teknologi serupa dengan memasang panel surya atap di area kantor pusat sejak 2023 dan kini memasok hingga 25 persen kebutuhan listrik di gedung tersebut.

“Kami menghitung dan melaporkan seluruh emisi Scope 1 dan Scope 2, serta memasukkan bagian-bagian Scope 3 yang saat ini dapat kami ukur secara kredibel,” ujar Niko Safavi, CEO Mowilex Indonesia.

“Scope 3 adalah lingkup yang paling menantang—semua orang yang bergerak di bidang manufaktur mengetahuinya—namun mengabaikannya tidak akan membuatnya hilang. Perubahan nyata dihasilkan dari eksekusi dan investasi pada infrastruktur, lebih dari sebuah sertifikat," ungkap Niko.

Dia menjelaskan, untuk memperkuat transparansi dan konsistensi pelaporannya, perusahaan telah beralih menggunakan framework akuntansi karbon ISO 14064 yang merupakan standar pelaporan gas rumah kaca yang diakui secara internasional.

Perusahaan telah memasuki tahun ketujuhnya menjadi perusahaan yang terverifikasi netral karbon sejak 2018 dan menempuh pendekatan disiplin jangka panjang dalam pengelolaan emisi dan menurunkan emisi secara permanen berbasis infrastruktur panel surya.

Langkah ini memerlukan adanya penguatan tata kelola operasional, kerja sama yang lebih intensif dengan pemasok, serta integrasi pengelolaan karbon secara menyeluruh dalam perencanaan operasional dan energi perusahaan.

Niko menjelaskan, perhitungan emisi yang dilakukan di perusahaannya diverifikasi oleh lembaga independen oleh SCS Global mengacu pada standar akuntansi gas rumah kaca yang diakui secara internasional.

“Pergeseran (transisi pemakaian energi) ini sangat penting dalam membuat penurunan emisi menjadi langkah yang praktis dan bisa diterapkan secara konsisten, bukan sekadar target ideal yang harus dicapai," imbuh Yossy.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved