Senin, 20 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Pengusaha Cermati Konflik AS-Venezuela, Ungkap Sejumlah Dampaknya

Sektor energi menjadi yang paling rentan, terutama jika konflik memengaruhi pasokan minyak dan mendorong fluktuasi harga komoditas.

HO/IST/Tangkap Layar/BI
HELIKOPTER PENJEMPUT - Tangkap layar video yang beredar di media sosial dan terverifikasi terjadi di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Tampak barisan pesawat dan helikopter Amerika Serikat (AS) yang melaksanakan penculikan Presiden Nicolas Maduro terbang seusai menjalanan misi di tengah ledakan yang terjadi. 

Ringkasan Berita:
  • Kadin Indonesia menilai ketegangan AS–Venezuela belum berdampak langsung pada perdagangan dan industri nasional, namun berisiko memicu volatilitas global.
  • Sektor energi menjadi yang paling rentan, terutama jika konflik memengaruhi pasokan minyak dan mendorong fluktuasi harga komoditas.
  • Kadin mendorong pelaku usaha memperkuat manajemen risiko, diversifikasi pasar, serta bersinergi dengan pemerintah di tengah ketidakpastian geopolitik awal 2026.
 
 

 

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Pengusaha tanah air memantau secara cermat ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

Sebab, pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), pastinya berpengaruh terhadap perekonomian global.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar mengatakan sejauh ini ketegangan AS dengan Venezuela tidak berdampak secara langsung terhadap perdagangan dan industri Indonesia. 

Sektor yang paling rentan terdampak dari konflik tersebut yakni komoditas energi, khususnya minyak bumi. 

"Jika pasar energi berfluktuasi dengan kenaikan harga minyak akibat suplai dari Venezuela terdampak, khususnya ke China, maka bisa memicu risiko yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global," kata Bobby dikutip dari Kontan, Senin (5/12/2025).

Baca juga: Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS Picu Efek Domino, Ekonomi Global Terancam Berubah

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menambahkan, pelaku usaha perlu mencermati dengan serius setiap eskalasi geo-politik yang melibatkan negara produsen energi, termasuk ketegangan antara AS dengan Venezuela.

"Bukan semata pada peristiwa politiknya, tetapi implikasi lanjutan terhadap rantai pasok, harga komoditas, dan sentimen pasar internasional," ungkap Erwin.

Erwin menyoroti tiga dampak yang berpotensi hadir dari eskalasi konflik AS vs Venezuela. 

Pertama, volatilitas harga komoditas energi dan pangan. 

Sebab, ketidakpastian geo-politik dapat memicu spekulasi pasar, mendorong fluktuasi harga minyak, gas, dan produk turunannya.

Kedua, gangguan rantai pasok dan pembiayaan perdagangan. 

Konflik geo-politik seringkali berdampak pada sistem pembayaran internasional, asuransi pengiriman, dan akses pembiayaan. 

Hal ini berpotensi meningkatkan biaya transaksi perdagangan lintas negara.

Ketiga, perubahan arah kebijakan dagang dan investasi. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved