Jumat, 15 Mei 2026

Pakar Dorong Ketahanan Energi Nasional lewat Peningkatan Lifting Migas

Pengamat energi Imron Mawardi meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja melalui kenaikan lifting minyak.

Tayang:
dok.
LIFTING MINYAK - Kinerja lifting minyak Pertamina berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting nasional, yang berhasil menembus target lifting APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph). 

Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025, target lifting minyak nasional sebesar 605 ribu barel per hari (bph) yang ditetapkan dalam APBN berhasil tercapai.
  • Pakar ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Imron Mawardi, menilai dominasi Pertamina dalam produksi minyak nasional sangat signifikan.
  • Ia menekankan perlunya peningkatan eksplorasi dan produktivitas sumur baru agar impor minyak mentah yang masih sekitar 1 juta barel per hari agar dapat ditekan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar ekonomi dan bisnis Univeritas Airlangga, Profesor Imron Mawardi memberikan catatan terhadap produksi minyak Pertamina sepanjang 2025.

Menurut Imron, kinerja BUMN energi tersebut berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting nasional, yang berhasil menembus target lifting APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph).

”Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu,” kata Imron kepada media hari ini, Selasa (12/1/2026).

Lifting adalah istilah untuk jumlah minyak mentah atau gas bumi yang siap jual dan sudah diserahkan di titik penyerahan (delivery point) alias sudah benar-benar "menghasilkan uang" atau siap dikirim ke kilang untuk diolah.

Merujuk data SKK Migas, Imron sependapat, peran Pertamina memang besar. Selain menguasai sebagian besar produksi, enam perusahaan yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional, juga merupakan anak perusahaan Pertamina.

Ia menyebut termasuk PT Pertamina EP Cepu yang bersama ExxonMobil Cepu Limited mengelola Blok Cepu, menjadi penghasil minyak terbesar di Tanah Air.

Lainnya adalah PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamin Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Energi OSES.

“Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah oke. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina,” kata dia.

Baca juga: Menko AHY Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Infrastruktur Energi RDMP Balikpapan

Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja. Melalui lifting yang terus meningkat, diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.

Dengan demikian, imbuhnya, bisa mengurangi impor minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri, yakni sekitar satu juta barel per hari.

”Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun,” lanjut Imron.

Baca juga: Pertamina Punya Aset Migas di Venezuela, Begini Nasibnya Setelah Trump Tangkap Maduro

Selain dari sisi ketahanan energi, jelas Imron, dengan menguasai sebagian besar produksi minyak nasional, Pertamina juga turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Bukan sekadar dari kontribusi pajak, PNBP maupun dividen, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain.

“Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkage-nya, multiplier-nya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkage-nya itu panjang,” ujar Imron.

Artinya, banyak sektor lain yang sangat tergantung pada sektor migas sehingga keberadaan industri migas yang baik itu akan mendorong sektor-sektor lain sehingga menghasilkan kegiatan ekonomi cukup besar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved