Gejolak Rupiah
Rupiah Kembali Melanjutkan Penguatan Pagi Ini, Tinggalkan Level Rp16.900 per Dolar AS
Presiden AS Donald Trump yang mundur dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland menjadi faktor utama.
Ringkasan Berita:
- Rupiah di pasar spot dibuka ke zona hijau di posisi Rp 16.853 per dolar Amerika Serikat (AS).
- Ringgit Malaysia melonjak 0,4 persen, peso Filipina naik 0,2?n dolar Taiwan menanjak 0,11%.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (23/1/2026) kembali mengalami penguatan, meninggalkan level Rp16.900 per dolar AS.
Tercatat, rupiah di pasar spot dibuka ke zona hijau di posisi Rp 16.853 per dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 0,25% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.896 per dolar AS.
Tak hanya rupiah, mata uang negara Asia lainnya juga menguat.
Ringgit Malaysia melonjak 0,4%, peso Filipina naik 0,2?n dolar Taiwan menanjak 0,11%.
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.896 per Dolar AS Pada Kamis Sore Ini
Kemudian, yuan China naik 0,07%, dolar Singapura menguat tipis 0,03%.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas yang merupakan Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkap penguatan ini seiring dengan pelemahan indeks dolar AS.
Ada beberapa faktor dari luar dan dalam negeri yang menyebabkan penguatan rupiah ini.
Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump yang mundur dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland menjadi faktor utama.
Donald Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan. Harga emas pun ditutup di level 4.830 dolar AS, naik 1.4 persen.
"Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Donald Trump menahan diri untuk tidak menyebutkan tarif atau tindakan militer atas Greenland," kata Ibrahim.
Namun, kata Ibrahim, Donald Trump tetap memperingatkan jika dia tidak mendapatkan kesepakatan mengenai Greenland, akan dipertimbangkan tanggapan Eropa terhadap tuntutannya.
Merujuk laporan Bloomberg, Ibrahim menyebut Donald Trump tak akan mundur dari pemberlakuan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland.
AS dan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) disebut telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland.
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil pun memperingatkan terhadap optimisme prematur setelah Donald Trump menarik kembali ancaman untuk mengenakan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk merebut Greenland.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah-melemah_20240124_212252.jpg)