Senin, 8 Juni 2026

Ancaman Turun Peringkat dari MSCI Tak Membuat Menkeu Purbaya Khawatir

Indonesia berpotensi turun kasta dari emerging market menjadi frontier market.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
Tribunnews/Nitis Hawaroh
TIDAK KHAWATIR - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah tidak khawatir dengan peringatan MSCI yang menyebut Indonesia berisiko mengalami penurunan peringkat pasar modal 

Sehari sebelumnya, MSCI membekukan pembaruan sejumlah saham Indonesia dalam produk indeksnya guna meredam risiko yang disebut sebagai investability risk. MSCI juga memperingatkan Indonesia berisiko diturunkan statusnya menjadi pasar frontier apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

Catatan tersebut menjadi dasar peringatan MSCI. Indonesia diberi waktu hingga Mei untuk menunjukkan perbaikan nyata.


Dikutip dari laman resmi miraeasset. Dibeberkan sejumlah alasan MSCI membekukan evaluasi indeks Indonesia.

1. Fokus pada Risiko Investabilitas

MSCI menilai bahwa terdapat risiko terkait stabilitas indeks dan kemudahan investasi di pasar Indonesia. Salah satu perhatian utama adalah potensi perubahan mendadak yang dapat meningkatkan volatilitas indeks.

Dengan membekukan rebalancing, MSCI berupaya menekan risiko perputaran indeks yang terlalu tinggi dan menjaga konsistensi bagi investor global.

2. Isu Transparansi Free Float

Faktor paling krusial dalam keputusan ini adalah kebutuhan transparansi free float yang lebih mendalam dan terverifikasi. MSCI menilai bahwa data yang tersedia masih memerlukan penajaman, khususnya dalam pemetaan kepemilikan saham yang benar-benar dapat diperdagangkan di pasar.

MSCI menggunakan berbagai sumber data lintas negara dan lintas institusi, sehingga perbedaan metodologi menjadi sorotan utama.

3. Dampak Langsung terhadap Pasar Saham Indonesia

Keputusan MSCI langsung tercermin dalam tekanan pasar. Pada perdagangan 28 Januari 2026, IHSG mengalami pelemahan signifikan seiring reaksi investor terhadap potensi risiko struktural jangka menengah.

Investor institusional global cenderung menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama alokasi aset. Ketika rebalancing dibekukan, potensi masuknya dana segar otomatis tertahan.

Akibatnya, saham-saham yang sebelumnya diperkirakan naik kelas atau masuk indeks global kehilangan katalis positif.

Risiko Terbesar: Turun Status ke Frontier Market

MSCI secara eksplisit menyebutkan Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market apabila tidak ada perbaikan signifikan hingga Mei 2026.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved