Jumat, 12 Juni 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Arahan Prabowo ke Rosan dan Purbaya di Meja Bundar Hambalang: Setiap Perundingan Harus Perluas Pasar

Presiden menekankan pentingnya memperkuat industri dalam negeri serta membangun rantai pasok global yang resilien dan terintegrasi.

Tayang:
HO/IST
TARIF DAGANG - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait ekonomi ke kediaman pribadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026) sore. Instagram sekretariat.kabinet. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto mengumpulkan menteri bidang ekonomi di Hambalang untuk mematangkan agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat.
  • Rapat membahas strategi perluasan akses pasar dan penguatan posisi tawar Indonesia dalam perundingan.
  • Presiden menekankan pentingnya memperkuat industri dalam negeri serta membangun rantai pasok global yang resilien dan terintegrasi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri bidang ekonomi dalam rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas persiapan agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat, khususnya terkait upaya memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melalui akun Instagram resminya, @rosanroeslani, dikutip Senin (16/2/2026).

Baca juga: Membarter Tarif Impor AS dengan Derita Rakyat Palestina

Dalam unggahan tersebut, Rosan mengunggah foto yang berisikan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Mereka terlihat berdiskusi di meja bundar berwarna hijau dengan sejumlah dokumen di hadapan masing-masing menteri.

Dalam keterangannya, Rosan menyebut Presiden Prabowo memimpin langsung rapat untuk mematangkan secara menyeluruh agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

"Minggu malam di Hambalang, Bapak Presiden prabowo memimpin rapat dengan menteri bidang ekonomi untuk mematangkan secara menyeluruh agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat," tulis Rosan.

Menurut Rosan, Presiden memberikan arahan tegas agar Indonesia hadir dengan kesiapan penuh, strategi yang solid, serta posisi tawar yang kuat dalam setiap perundingan.

"Arahan beliau tegas, Indonesia harus hadir dengan kesiapan penuh, strategi yang solid, dan posisi tawar yang kuat," kata Rosan.

"Setiap perundingan harus memperluas akses pasar, memperkuat industri dalam negeri, serta membangun supply chain yang semakin resilien dan terintegrasi secara global," sambungnya.

Prabowo dan Trump Makin Akrab

Pemerintah Indonesia bersiap menindaklanjuti kesepakatan penurunan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia yang telah dirundingkan sejak awal 2025.

Dalam kerangka Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang disepakati pada 22 Juli 2025, AS setuju memangkas tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen.

Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Amerika Serikat pada 19 Februari mendatang untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama tim telah bekerja keras dalam proses negosiasi tarif tersebut. 

 "Saya kira Pak Airlangga sudah kerja keras dengan tim. Saya lihat ada masalah kecil-kecil tapi saya kira oke kemarin," tutur Luhut dalam wawancara di di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Luhut juga menyoroti hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai cukup baik. Kedekatan itu, menurutnya, bisa menjadi faktor pendukung dalam pembicaraan lanjutan di Gedung Putih.

"Saya lihat hubungan Presiden dengan Presiden Trump sangat baik. Jadi biarlah mereka berdua nanti bicara di White House," ujarnya. 

Bahkan, Luhut tidak menutup kemungkinan adanya dinamika dalam pembahasan akhir. Ia berkelakar bahwa bukan tidak mungkin tarif 19 persen yang telah disepakati masih bisa berubah, mengingat gaya kepemimpinan Trump yang dikenal cepat dalam mengambil keputusan.

"Kita doain aja, jangan-jangan tiba-tiba Trump datang dengan idenya lagi, Presiden tanya 'Masa kau kasih 19 persen, kasihlah 15'. Oh ya 15 persen bisa saja gitu, kita nggak tahu," ungkap Luhut sembari tertawa.

Meski demikian, Luhut menyebut bahwa semua kemungkinan perubahan tarif tetap bergantung pada hasil pembicaraan kedua kepala negara.

Ia menyebut Trump dikenal sebagai pemimpin yang bisa mengambil keputusan secara cepat, terutama jika hubungan personal dan kepercayaan sudah terbangun.

"Saya lihat hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Trump itu sudah sangat dekat. Dan saya dengar dari orang-orang di sekitarnya juga mengatakan beliau respek Presiden Prabowo," imbuhnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved