Rupiah Menguat Tipis ke Rp 16.888 per Dolar AS Pada Jumat 20 Februari
Rupiah ditutup menguat tipis 6 poin dari Rp 16.894 ke Rp 16.888 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Rupiah ditutup menguat tipis 6 poin dari Rp 16.894 ke Rp 16.888 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/2/2026).
- Data ekonomi AS yang optimistis membuat dolar AS menguat dan menambah tekanan pada harga emas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rupiah ditutup menguat tipis 6 poin pada perdagangan Jumat (20/2/2026) sore dari Rp 16.894 ke Rp 16.888 per dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkap penguatan rupiah ini seiring dengan indeks dolar AS yang menguat.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.880-16.910," katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat ini.
Dia mengatakan, ada sejumlah faktor dalam dan luar negeri yang mendukung penguatan rupiah pada Jumat ini.
Pertama adalah risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Januari yang diterbitkan pada Rabu menunjukkan nada yang hati-hati namun cenderung hawkish.
Risalah tersebut dinilai memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi.
"Hal itu membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," ujar Ibrahim.
Sementara itu, data ekonomi AS yang optimistis membuat dolar AS menguat dan menambah tekanan pada harga emas.
Baca juga: Bos BI Beber Pemicu Pelemahan Rupiah Hampir Dekati Rp 17.000 per Dolar AS
Klaim pengangguran awal turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir pada 14 Februari, kata Ibrahim, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya.
"Sementara itu, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada bulan Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada bulan Januari," ucap Ibrahim.
Kedua datang dari ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang masih berlangsung.
Mengutip laporan Bloomberg, Presiden AS Donald Trump disebut memberikan Iran waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir mereka.
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.894 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Timur Tengah dan Sikap The Fed
Dari faktor dalam negeri adalah Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat yang resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal.
Perjanjian tersebut bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance yang memuat sejumlah komitmen kerja sama antara kedua negara.
Di antaranya, 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, hingga komitmen pembelian energi dan pesawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Layanan-Penukaran-Uang-Baru-Lebaran-2026-di-Malang_20260219_125353.jpg)