Koperasi Desa Merah Putih
Menteri Perdagangan Tawarkan Indomaret cs Jalin Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih
Pola kerja sama yang bisa diterapkan serupa dengan kemitraan antara toko kelontong dan ritel modern yang selama ini telah berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri menegaskan dirinya maupun seluruh jajaran dalam Kabinet Merah Putih tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersatu padu bekerja bersama membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera.
"Menteri Desa nggak bisa kerja sendiri, Mensos nggak bisa kerja sendiri, Menkop nggak bisa kerja sendiri, BP Taskin nggak bisa jalan sendiri, Gubernur Banten nggak bisa jalan sendiri! Tapi kalau semua sama-sama jalan, dan bersama-sama bekerja, Insya Allah Indonesia ini akan menjadi negara yang Bahagia, benar-benar Rahmatan Lil Alamin," jelas Yandri.
"Insya Allah dengan berbagai program yang kita kolaborasikan tadi maka akan hadir air mata kebahagiaan itu di seluruh desa di seluruh Indonesia yang jumlahnya 75.266," bebernya.
Lebih lanjut dipaparkannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berharap Kopdes Merah putih dapat mensejahterakan rakyat.
Oleh karena itu, dana desa yang menjadi sumber pendanaan desa tidak mengalami efisiensi.
Namun pengelolaannya diubah, sehingga pemerataan pembangunan dapat diwujudkan di setiap desa ke depannya.
"Bapak Presiden orang yang paling ikhlas, tidak ada lagi yang beliau cari kecuali kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia, maka ada Koperasi Desa Merah Putih yang dipakai adalah dana desa," ungkap Yandri.
"Saya sampaikan di mana-mana, dana desa itu nggak turun, tidak dikurangi, tidak dipakai oleh pemerintah pusat, tapi yang diubah adalah tata kelolanya. Dan sekarang dalam rangka pemerataan ekonomi itu Maka Koperasi Desa Merah Putih adalah alat yang jitu dan akurat ke setiap desa untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," jelasnya.
"Minimarket-minimarket yang sudah ada ya silahkan jalan, Indomaret-Alfamart yang sudah ada silahkan jalan! saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup, yang di-stop itu adalah izin baru. Jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa. Bangun Desa, Bangun Indonesia! Desa Terdepan untuk Indonesia!" tutup Yandri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mendag-budi-santoso-9010980.jpg)