Lebaran 2026
PLN Amankan Pasokan Batu Bara 82 Juta Ton Cegah Risiko Byar Pet Jelang Lebaran
PLN memperoleh pasokan sekitar 82 juta ton batu bara dari 8 pemasok utama untuk menjaga operasional PLTU. pasokan sekitar 82 juta ton batu bara.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah PLTU di Tanah Air menghadapi ancaman berhenti beroperasi karena menipisnya pasokan batu bara pada awal tahun.
- PLN memperoleh pasokan sekitar 82 juta ton batu bara dari delapan pemasok utama untuk menjaga operasional PLTU.
- Saat ini hari operasi (HOP) atau cadangan batu bara di kedua pembangkit tersebut sudah berada di atas 10 hari.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman pemadaman listrik sempat membayangi sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanah Air akibat menipisnya pasokan batu bara pada awal tahun.
Kondisi cuaca yang kurang baik dan pemasok yang menunggu kepastian aturan pemerintah sempat menghambat distribusi batu bara ke pembangkit milik PT PLN (Persero).
PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit akan segera kembali aman menjelang Hari Raya Lebaran.
Perseroan dipastikan memperoleh pasokan sekitar 82 juta ton batu bara dari delapan pemasok utama untuk menjaga operasional PLTU.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary mengatakan, pasokan tersebut akan disalurkan ke sejumlah pembangkit yang membutuhkan dalam waktu dekat.
"Total seluruh yang akan dipasok adalah sekitar 82-84 juta metrik ton," tutur Rizal Calvary melalui keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Untuk memastikan kesiapan pembangkit, Rizal melakukan kunjungan ke dua PLTU besar di Jawa Tengah, yakni PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang.
"Hari ini saya mengunjungi dua PLTU besar di Jawa Tengah. Satunya PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang," ujar Rizal.
PLTU Tanjung Jati B memiliki kapasitas 4x660 megawatt (MW), sedangkan PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 MW. Kedua pembangkit tersebut menjadi tulang punggung pasokan listrik di sistem Jawa-Bali.
Menurut Rizal, saat ini hari operasi (HOP) atau cadangan batu bara di kedua pembangkit tersebut sudah berada di atas 10 hari.
Baca juga: Harga BBM di Singapura Melonjak Gara-gara Perang AS-Iran, Pembatalan Terbang Meluas
"HOP kedua pltu di atas 10 HOP. Dengan akan adanya tambahan dari para pemasok utama, maka HOP keduanya akan segera naik signifikan ke depan," jelas Rizal.
Sebelumnya, PLN menyatakan sejumlah PLTU yang mengalami defisit pasokan akan memperoleh tambahan batu bara dari delapan pemasok utama, yakni Adaro Indonesia, Arutmin Indonesia, Berau Coal, Kaltim Prima Coal, Kideko Jaya Agung, Multi Harapan Utama, Indominco Harapan Mandiri dan Bukit Asam.
Rizal menyatakan, pasokan batu bara sebesar 84 juta ton tersebut cukup untuk menjaga hari operasi pembangkit PLN hingga akhir Agustus 2026.
Ia menyebut ketersediaan batu bara saat ini sudah sangat memadai sehingga potensi pemadaman listrik dapat dihindari.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Catat 60 SPKLU Mobil Listrik di Rest Area Tol Trans Jawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bos-PLN-Rizal-Calvary-OK.jpg)