Selasa, 21 April 2026

Ancaman Krisis Energi

Harga Toples Plastik Naik Rp40.000, untuk Laundry Melonjak 100 Persen

Kenaikan harga produk plastik mulai dirasakan pedagang ritel hingga UMKM di Indonesia menyusul sulitnya pasokan bahan baku.

|
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
HARGA PLASTIK NAIK - Pedagang plastik kemasan di Pasar Baung, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan kenaikan harga plastik, Jumat 3 April 2026. Harga plastik jenis kiloan kini naik dari Rp9.000-10.000 menjadi Rp15.000-17.000 dan harga plastik kresek berbagai ukuran naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga produk plastik mulai dirasakan pedagang ritel hingga UMKM di Indonesia menyusul sulitnya pasokan bahan baku.
  • Di Toko Kota Indah Plastik, harga toples kemasan dibanderol naik Rp40.000 per buah dan harga plastik kemasan pakaian untuk usaha laundry naik 100 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga produk plastik mulai dirasakan pedagang ritel hingga UMKM di Indonesia menyusul sulitnya pasokan bahan baku untuk memproduksi aneka poduk plastik. 

Lonjakan harga ini bahkan disebut signifikan dan berdampak langsung pada biaya operasional, terutama bagi pemilik usaha yang bergantung pada pemakaian plastik kemasan seperti usaha laundry dan usaha makanan-minuman.

Gunawan Sanjaya, pemilik Toko Kota Indah Plastik, mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahan di akun Instagram usahanya @kotaindahplastik.kip, pada Jumat (3/4/2026).

Dalam video tersebut, ia menunjukkan sejumlah produk plastik kemasan yang mengalami kenaikan harga cukup tajam, mulai dari tidak lagi dipakainya toples hingga plastik untuk kemasan.

"Jadi kalau SP ini ya, yang ditimbang Kak Niken ini ya, ini yang naik ini toplesnya Naik berapa? Rp 40.000. Berarti toplesnya ini naik Rp 40.000. Bahannya nggak naik. Butter cream yang packagingnya toples gini nggak ada, naik," terang Gunawan dalam videonya, dikutip Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2026).

Tidak hanya kemasan toples, produk plastik lain seperti kantong laundry juga mengalami lonjakan harga yang jauh lebih tinggi.

Kondisi ini dinilai paling berdampak terhadap pelaku usaha jasa laundry yang selama ini mengandalkan plastik sebagai kebutuhan utama operasional.

Baca juga: Harga Mobil Bakal Naik Imbas Melonjaknya Harga Plastik? Ini Kata Toyota

"Ini plastik laundry, ini yang paling terdampak. Mau nggak mau mesti dinaikkan harga jualnya. Ini bisa naik 100 persen lebih, mengerikan," lanjutnya.

Kenaikan harga plastik ini terjadi di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global, termasuk gangguan rantai pasok serta lonjakan harga bahan baku akibat konflik geopolitik dunia. Dampaknya mulai merembet hingga ke sektor usaha kecil yang memiliki margin keuntungan terbatas.

Gunawan menilai, pelaku usaha kini dituntut lebih adaptif agar bisa bertahan di tengah kondisi tersebut. Ia menyampaikan pentingnya peningkatan omzet sebagai indikator keberlanjutan usaha.

Baca juga: Harga Plastik Naik hingga 70 Persen, Pedagang Juga Keluhkan Daya Beli yang Anjlok

Ia juga mengingatkan bahwa harga yang sudah terlanjur naik kemungkinan tidak akan kembali ke level sebelumnya, meskipun kondisi pasar mulai stabil.

"Saya bukan mau nakuti, dulu saya dibilang terlalu serius. Ya saya bersyukur, Alhamdulillah, puji Tuhan saya dulu serius sekarang saya sudah bersiap-siap. Sebelum naik awal perang itu (plastik kemasan) Rp 20.000 misal, sekarang mungkin Rp 28.000. Jangan berharap kembali ke Rp 20.000. Mungkin nanti turunnya mungkin bisa nyantol ke Rp 23.000 atau Rp 24.000," jelasnya.

Menghadapi situasi ini, ia mendorong pelaku usaha untuk mulai menyesuaikan strategi, termasuk menaikkan harga jual dan mencari inovasi agar tetap kompetitif.

"Jadi apa ya kita mulai persiapan, dinaikkan harga jualnya karena saya yakin kok rezeki itu nggak bakal ke mana. Putar otak cari ide gitu, mungkin dari konten saya bisa membantu," ucapnya.

Kenaikan harga plastik ini menjadi sinyal tekanan baru bagi pelaku usaha di berbagai sektor, sekaligus menguji ketahanan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved