Rabu, 6 Mei 2026

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, DPR Ingatkan Tantangan Global dan Tekanan Terhadap Rupiah

Mukhamad Misbakhun mengingatkan meski ekonomi cukup tangguh, tekanan eksternal seperti pelemahan rupiah dan penurunan cadangan devisa.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
PERTUMBUHAN EKONOMI - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan meski ekonomi cukup tangguh, tekanan eksternal seperti pelemahan rupiah dan penurunan cadangan devisa menunjukkan pengaruh kuat kondisi global. 

Misbakhun juga mendorong pemerintah memperkuat investasi dan ekspor agar struktur pertumbuhan ekonomi menjadi lebih seimbang dan tidak hanya bergantung pada konsumsi domestik.

Selain itu, ia mengingatkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam guncangan harus tetap dijaga kredibilitas dan ketepatan sasarannya.

“APBN harus kuat dan fleksibel, tapi penggunaannya harus disiplin agar kredibilitas fiskal tetap terjaga,” ucapnya.

Lebih lanjut, Misbakhun memastikan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal kebijakan ekonomi pemerintah agar tetap responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menjaga stabilitas serta momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara year on year (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkap salah satu faktor utama pertumbuhan ekonomi ini karena konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen, salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan paling besar dengan kontribusi 2,94 persen.

Momen libur nasional dan hari besar keagamaan juga mendorong mobilitas masyarakat yang ikut berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi. 

Terlebih pemerintah memberikan berbagai stimulus, mulai dari diskon tarif tiket transportasi, tunjangan hari raya, hingga kebijakan suku bunga.

Selain itu ada lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Indonesia, diantaranya industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Total lima lapangan usaha tersebut mencakup 63,52 persen dari total PDB.

Lapangan usaha yang tumbuh tinggi antara lain penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 13,14 persen di mana hal ini didorong peningkatan kinerja penyedia makan minuman seiring libur nasional dan perluasan cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jasa lainnya, juga tumbuh 9,91 persen di mana peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan mancanegara.

Transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan jumlah penumpang pada semua moda transportasi.

BPS mencatat peningkatan aktivitas konstruksi yang dilakukan oleh swasta seperti penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih, turut mendorong pertumbuhan sektor ini sebesar 5,49 persen.

Baca juga: Bantah Narasi Indonesia Menuju Krisis 1998, Menkeu RI Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Kita Lebih Cepat

“Konstruksi tumbuh menguat 5,49 persen sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah, meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta salah satunya karena bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved