Gejolak Rupiah
Rupiah Kembali Ambruk, Terjun ke Level Rp 17.796 per Dolar AS, Isu PHK Makin Menghawatirkan
Tak hanya faktor dari eksternal, melemahnya rupiah juga kata dia, dipengaruhi oleh faktor di dalam negeri atau internal.
Kata Ibrahim, krisis kepercayaan yang berdampak terhadap krisis ekonomi sudah mulai nampak didepan mata akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belum jelas sampai kapan pelemahan ini akan terjadi.
Kondisi itu juga kata dia, berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi perusahaan, khususnya industri yang bergantung pada bahan baku impor dan pasar ekspor sehingga meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Lonjakan PHK terjadi hanya dalam satu bulan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan operasional," kata dia.
Lebih jauh, tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, namun konflik geopolitik global juga mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri nonsubsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan.
Baca juga: Saat Rupiah Tertekan, Proyek Properti Berbasis Pendidikan Dinilai Lebih Tahan Guncangan
Sebagai informasi, penutupan operasional pabrik elektronik PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang menyebabkan sekitar 350 pekerja terkena PHK. Kondisi tersebut dipengaruhi tekanan biaya impor dan melemahnya pasar ekspor.
Selain sektor elektronik, tekanan juga terjadi di industri otomotif. Kenaikan harga kendaraan akibat mahalnya komponen impor mulai menekan permintaan pasar.
"Di Sidoarjo, Jawa Timur, CV Asri yang bergerak di sektor otomotif telah melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja akibat penurunan penjualan kendaraan. Tekanan juga mulai dirasakan industri tekstil, garmen, dan alas kaki," kata dia.
Bahkan kata Ibrahim, potensi PHK di sektor formal industri yang dimaksud dapat mencapai 9.000 pekerja dalam tiga bulan ke depan.
"Adapun Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026 dan dimungkinkan PHK besar akan berlanjut dibulan berikutnya," tutur dia.
Terkait dengan kemungkinan perdagangan esok hari, mata uang rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif.
Akan tetapi, nilai tukar rupiah cenderung masih akan mengalami pelemahan lanjutan.
"Sedangkan untuk perdagangan besok (libur IdulAdha), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.790- Rp17.850," tandas Ibrahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rupiah-Ditutup-Menguat-Rp16768-per-USD-Sore-Ini_20260127_214354.jpg)