Rabu, 3 Juni 2026

Kendaraan Listrik

Kemenperin Libatkan Industri Kecil dan Menengah Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

Menperin Agus Gumiwang menyampaikan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global. 

Tayang:
HO/IST
KENDARAAN LISTRIK - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyampaikan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global.  
Ringkasan Berita:
  • Kemenperin mendorong IKM masuk rantai pasok kendaraan listrik nasional guna memperkuat ekosistem industri hijau dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
  • Pemerintah mempertemukan IKM komponen otomotif dengan industri besar kendaraan listrik untuk membuka peluang kemitraan dan transfer teknologi.
  • Penjualan mobil listrik triwulan I 2026 naik 95,9 persen menjadi 33.150 unit, didukung pertumbuhan SPKLU dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional dengan melibatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rantai pasok Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam transformasi industri menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global. 

Baca juga: Mengulas Chery Q, Mobil Listrik Kompak yang Ingin Jadi Partner Anak Muda Urban

"Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional," tutur Agus dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Agus, penguatan struktur industri kendaraan listrik terus dipercepat agar mampu bersaing di pasar global sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong industri besar, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi IKM dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

"Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan," ucap Menperin.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin bersama Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas menggelar kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi, serta industri komponen otomotif nasional.

Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan IKM dengan industri besar kendaraan listrik guna membuka peluang kemitraan strategis.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada IKM terkait kebutuhan industri kendaraan listrik, termasuk aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kami berharap kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN," jelas Reni.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada triwulan I 2026 mencapai 33.150 unit, naik 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, jumlah bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Sementara populasi kendaraan listrik roda dua pada Februari 2026 telah mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total kendaraan listrik nasional.

"Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif agar dapat turut mendulang manfaat dan memaksimalkan peluang bisnis di masa depan," ujar Reni.

Pertumbuhan kendaraan listrik juga didukung bertambahnya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Data PT PLN menunjukkan, hingga April 2026 tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030 untuk mendukung proyeksi 943.764 unit KBLBB sesuai roadmap Kementerian ESDM.

"Kondisi ini menunjukkan perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik yang terus berkembang," imbuh Reni.

Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin Dini Hanggandari menyebut kegiatan penjajakan bisnis tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah dan industri untuk memperluas pemahaman IKM terkait standar teknologi dan kualitas industri kendaraan listrik.

"Melalui kegiatan penjajakan peluang bisnis ini, diharapkan IKM alat angkut binaan kami dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai standar teknologi, kualitas, dan keberlanjutan yang dibutuhkan industri kendaraan listrik sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di pasar domestik maupun global," terang Dini.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved