Virus Corona
Media Pemerintah China Berusaha Meyakinkan Publik Bahwa Pandemi Covid-19 Telah Terkendali
Pihak berwenang China berusaha meyakinkan publik bahwa mereka telah mengendalikan situasi pandemi Covid-19
Penulis:
Nur Febriana Trinugraheni
Editor:
Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, WUHAN - Ribuan warga China turun ke jalan untuk memperingati Tahun Baru 2023, ketika pihak berwenang dan media pemerintah negara itu berusaha meyakinkan publik bahwa wabah Covid-19 telah terkendali.
Meskipun banyak orang di kota-kota besar China terus mengisolasi diri saat virus corona menyebar ke seluruh populasi, namun pesta Tahun Baru 2023 tetap digelar.
Melansir dari Reuters, di kota Wuhan, tempat virus corona pertama kali teridentifikasi pada akhir 2019, penduduk mengatakan kecemasan mengenai dampak pelonggaran pembatasan ketat nol-Covid untuk hidup dengan virus tersebut kini telah mereda, setidaknya untuk kaum muda dan sehat.
Baca juga: Keputusan Kontroversial China Soal Covid-19 Disebut Bertolak Belakang dengan Fakta
“Pada dasarnya, sekarang saya dan teman-teman merasa relatif positif dan optimistis. Banyak orang keluar dan berkeliling," kata seorang warga Wuhan bermarga Wu, yang berusia 29 tahun.
“Kita semua tahu, terutama bagi kalangan paruh baya dan lanjut usia, terutama yang berusia di atas 60 tahun, terutama yang memiliki penyakit bawaan, akan terkena virus ini,” tambahnya.
Antrean panjang orang di bagian gawat darurat Rumah Sakit Tongji Wuhan, fasilitas utama untuk pasien Covid-19, seperti Huang warga Wuhan berusia 72 tahun, yang hanya ingin diidentifikasi dengan nama belakangnya.
"Saya tidak enak badan. Saya tidak punya tenaga. Saya tidak bisa bernapas. Dulu saya dalam keadaan sehat. Saya menjalani rontgen untuk memeriksa paru-paru saya... Rumah sakit ini banyak masalah, Anda harus menunggu beberapa saat waktu yang lama," katanya.
Data Covid-19 Dalam Pengawasan
Pelonggaran kebijakan nol-Covid yang tiba-tiba serta keakuratan data kasus dan kematian akibat virus tersebut semakin diawasi baik di dalam maupun di luar China.
Lonjakan kasus Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran baru mengenai kesehatan ekonomi China.
Dalam komentar publik pertamanya sejak perubahan kebijakan nol-Covid, Presiden China Xi Jinping menyerukan pada pidato Tahun Baru agar lebih banyak upaya dan persatuan saat China memasuki "fase baru".
China melaporkan satu kematian baru akibat Covid-19 pada 31 Desember.
Akumulasi angka kematian resmi di China sekarang mencapai 5.249 jiwa, jauh lebih rendah daripada di negara besar lainnya. Pemerintah China telah menolak klaim bahwa mereka sengaja tidak melaporkan jumlah total kematian akibat virus tersebut.
Baca juga: Giliran Australia dan Kanada Terapkan Pembatasan, Wajib Negatif Covid-19 untuk Pelancong dari China
Di rumah duka Hankou di pinggiran kota Wuhan, arus pelayat dan pengemudi mobil jenazah tiba pada Minggu. Staf di pintu masuk yang dijaga ketat menolak untuk menjawab pertanyaan mengenai beban kerja mereka baru-baru ini.
Namun, rumah duka di kota-kota lain di China, termasuk Chengdu dan Beijing, mengatakan mereka lebih sibuk dari sebelumnya sejak China tiba-tiba menghentikan pembatasan Covid-nya pada bulan lalu.
Virus Corona
Kemenkes: Hingga Minggu ke-23 Total Covid-19 di Indonesia Ada 179 Kasus |
---|
Kemenkes: Waspada Covid-19 usai Pulang Haji, Periksa ke Dokter saat Alami Demam - Batuk |
---|
Kasus Covid-19 Ditemukan di Yogyakarta, Warga Diminta Pakai Masker Saat Sakit dan di Area Keramaian |
---|
Muncul Varian Covid-19 Nimbus, Pakar Sebut Butuh Vaksin Baru, Vaksin Lama Tidak Ampuh |
---|
Guru Besar FKKMK UGM Minta Masyarakat Bersiap Kenaikan Kasus Covid-19 Terjadi di Indonesia |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.