Virus Corona
WHO Cabut Status Kedaruratan Covid-19, Epidemiolog Bilang Sudah Tidak Relevan Lagi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut status kedaruratan kesehatan Covid-19 secara global.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Hasanudin Aco
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut status kedaruratan kesehatan Covid-19 secara global.
Pemerintah Indonesia pun akan menindaklanjuti keputusan WHO ini.
Menurut epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, secara epidemiologi menunjukkan bahwa status pandemi memang sudah tak lagi relevan dalam kondisi saat ini.
Pasalnya telah banyak perbaikan yang diraih oleh negara - negara dunia, termasuk Indonesia di berbagai bidang.
"Memang secara epidemiologi, menunjukkan bahwa status pandemi itu sudah tidak relevan. Sudah banyak perbaikan yang diraih oleh dunia dan tentu Indonesia," kata Dicky dalam tayangan Kompas TV, Senin (8/5/2023).
Baca juga: WHO Ubah Status Covid-19, Epidemiolog: Praktik Manajemen Kasus Tetap Sama
Dia pun mengingatkan bahwa pencabutan status kedaruratan kesehatan Covid-19 bukan mengartikan virus Corona sudah hilang.
Ia menegaskan virus Corona masih ada dan tetap berbahaya utamanya pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia.
Oleh karena itu sudah sepatutnya otoritas terkait menjadikan hal tersebut sebagai salah satu hal yang perlu dimitigasi lantaran dampaknya bisa fatal.
"Saya ingatkan bahwa pencabutan ini tidak berarti mengartikan Covid sudah hilang, Covid tetap ada dan terutama pada kelompok berisiko tinggi ini masih menjadi hal yang perlu dimitigasi karena dampaknya bahkan bisa fatal," katanya.
Sebagaimana diketahui WHO atau organisasi kesehatan dunia mengizinkan masyarakat dunia untuk kembali hidup normal layaknya sebelum muncul Covid-19.
Pernyataan tersebut muncul setelah WHO mengakhiri darurat kesehatan pandemi Covid-19 pada Jumat malam (05/05/2023).
Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, selama setahun terakhir ini, kondisi kasus Covid-19 cenderung menurun disertai meningkatnya kekebalan populasi dari vaksinasi dan infeksi.
Selain itu juga terjadi penurunan angka kematian, dan berkurangnya tekanan pada sistem kesehatan.
"Tren ini telah memungkinkan sebagian besar negara untuk hidup kembali seperti yang kita ketahui sebelum Covid-19," kata dia dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu (06/05/2023).
Virus Corona
Kemenkes: Hingga Minggu ke-23 Total Covid-19 di Indonesia Ada 179 Kasus |
---|
Kemenkes: Waspada Covid-19 usai Pulang Haji, Periksa ke Dokter saat Alami Demam - Batuk |
---|
Kasus Covid-19 Ditemukan di Yogyakarta, Warga Diminta Pakai Masker Saat Sakit dan di Area Keramaian |
---|
Muncul Varian Covid-19 Nimbus, Pakar Sebut Butuh Vaksin Baru, Vaksin Lama Tidak Ampuh |
---|
Guru Besar FKKMK UGM Minta Masyarakat Bersiap Kenaikan Kasus Covid-19 Terjadi di Indonesia |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.