Sabtu, 30 Agustus 2025

Ibadah Haji 2023

Penyakit Jantung Jadi Penyebab Kematian Jemaah Haji Terbanyak

Muhaimin menjelaskan seseorang yang memiliki usia di atas 45 tahun pada laki-laki dan di atas 55 tahun pada wanita berisiko terkena penyakit jantung.

TRIBUNNEWS.COM/Thamzil Thahir
Ilustrasi - Suasana lantai atap (rooftop) Masjid Nabawi di Madinah, Kamis (15/6/2023) malam. 

Namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan tidak memaksakan diri.

Oleh karenanya jemaah haji dengan penyakit jantung disarankan untuk menggunakan bantuan kursi roda.

Selain itu jemaah haji juga diimbau untuk menjalankan aktifitas pada malam hari untuk menghindari cuaca panas yang ekstrim.

Jamaah Diimbau Tidak Lakukan Aktivitas Berat, Ketahui Tanda-Tanda Serangan Jantung

Muhaimin pun menghimbau jamaah dengan penyakit jantung tidak dipaksakan untuk melakukan aktifitas fisik yang berat.

Solusinya bisa difasilitasi dengan penggunaan kursi roda.

"Selain itu disarankan kepada jemaah haji untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan ibadah wajib seperti pada malam hari untuk menghindari cuaca ekstrem," jelasnya.

Jemaah haji perlu mewaspadai tanda-tanda serangan jantung.

Seperti tiba-tiba merasa nyeri hebat di dada sebelah kiri, sesak nafas, kelelahan ekstrim, keringat dingin dan nyeri ulu hati.

Jika jemaah haji mengalami tanda-tanda seperti ini, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat.

Jika jemaah haji mengalami kondisi seperti ini diharapkan untuk segera memeriksakan diri ke Tenaga Kesehatan Haji yang ada di Kloter (TKH).

Selanjutnya TKH diharapkan juga bisa lebih cepat melakukan skrining dengan pemeriksaan EKG.

Alat rekam jantung /EKG sudah disediakan di setiap pos kesehatan sektor, sehingga deteksi dini penyakit jantung dapat lebih mudah dilakukan.

Jika jamaah mengalami tanda-tanda serangan jantung, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan.

"TKH di kloter bisa cepat melakukan pemeriksaan EKG yang ada di pos kesehatan sektor. Harapannya mencegah komplikasi dari serangan jantung itu sendiri,” Imbau Muhaimin.

Ia menegaskan bahwa deteksi dini kejadian gangguan jantung akut atau serangan jantung sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi dari serangan jantung.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan