Ibadah Haji 2025
Menteri Agama Minta Arab Saudi Tidak Batasi Usia Jemaah Haji
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan harapan masyarakat Indonesia agar pemerintah Arab Saudi tak membatasi usia jemaah haji.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan harapan masyarakat Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi terkait kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Dirinya menekankan bahwa kriteria istitha’ah (kemampuan) haji sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan, bukan faktor usia.
Baca juga: 100.216 Jemaah Reguler Lunasi Biaya Haji, Kemenag: 50 Persen Kuota Telah Terisi
Hal ini disampaikan Nasaruddin kepada Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Abdulrahman Al-Jalajel dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Duta Besar Arab Saudi di Jakarta.
"Kami minta supaya kriteria yang dijadikan pokok nanti bisa haji itu adalah istitha'ah dari segi kesehatan, bukan dari segi umur," ujar Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).
Menurut Nasaruddin, banyak jemaah haji Indonesia yang sudah berusia lanjut, tapi masih dalam kondisi fisik yang prima.
Baca juga: Kemenag Umumkan Perpanjangan Pelunasan Biaya Jemaah Haji Khusus 1446 H, Dibuka 17 Februari 2025
Jemaah tersebut, kata Nasaruddin, mampu menjalankan ibadah haji dengan baik.
"Karena di Indonesia ada orang lebih dari 90 tahun masih sangat kuat. Ada juga yang kurang dari 90 tahun tapi sudah lemah. Maka itu saya memohon kepada Menteri Kesehatan Saudi Arabia bahwa yang dijadikan patokan nanti itu adalah kemampuan dari segi fisik, bukan dari ukuran umur," katanya.
Dirinya mengatakan jika memang ada perubahan aturan terkait batasan usia jemaah haji, pemerintah Arab Saudi diharapkan memberikan waktu satu tahun bagi Indonesia untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Hal ini penting agar calon jemaah bisa memahami aturan baru dan mempersiapkan diri dengan baik.
"Kalau ada perubahan umur, misalnya penetapan usia tertentu, mohon diberi waktu kami satu tahun untuk melakukan sosialisasi. Karena kalau mendadak, nanti kami agak kesulitan melakukan sosialisasi," katanya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Harap Madrasah di Jakarta Jadi Contoh Bagi Wilayah Lain di Tanah Air
Nasaruddin Umar berharap aspirasi dari Indonesia dapat dipertimbangkan oleh pemerintah Arab Saudi demi kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah, khususnya dari Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhammad Zain, serta Tenaga Ahli Menteri Agama, Bunyamin Yafid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjidil-haram-jelang-puncakhaji.jpg)