Minggu, 31 Agustus 2025

Ibadah Haji 2025

Jemaah Tanpa Visa Haji Dilarang Masuk Makkah Mulai 29 April, Arab Saudi Berlakukan Denda

Selama musim haji, Arab Saudi memperketat pembatasan kunjungan ke Makkah dan Madinah yang dimulai pada Selasa (29/4/2025).

Freepik
IBADAH HAJI - Foto ini diambil pada Senin (17/2/2025) dari Freepik, memperlihatkan orang-orang beribadah haji di Makkah. Selama musim haji, Arab Saudi memperketat pembatasan kunjungan ke Makkah dan Madinah. 

Kedua, bus shalawat yang akan mengantar dan menjemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

Ketiga, transportasi saat puncak proses ibadah haji di Arafah - Muzdalifah – Mina (Armina).

“Ini tiga area yang kita siapkan untuk pelayanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian untuk layanan konsumsi, Muchlis M Hanafi menjelaskan Kementerian Agama sudah bekerja sama dengan 55 perusahaan katering yang akan menyiapkan 84 kali makan bagi jemaah selama di Makkah dan 15 kali makan saat puncak haji di Armina.

Sementara, selama di Madinah, jemaah akan mendapatkan 27 kali makan yang disiapkan oleh 21 perusahaan katering.

“Total yang kita siapkan untuk jemaah haji kita selama di Arab Saudi itu 127 kali makan. Jadi kami harus menyiapkan 25,8 juta box makanan,” paparnya.

Kemenag juga meminta agar perusahaan katering menggunakan produk dalam negeri.

Misalnya, untuk keperluan bumbu, Kemenag minta perusahaan katering menggunakan bumbu jadi dari Indonesia.

“Dari 611 ton bumbu yang dibutuhkan, 475 ton sudah kita penuhi dari Indonesia. Artinya produk dalam negeri ikut serta dalam perhajian tahun ini dengan angka yang cukup signifikan,” katanya.

Baca juga: Kelola BUMD Sektor Kesehatan Harus Adaptif dan Inovatif, Eks Direktur RSU Haji Medan Jadi Contoh

Demikian juga dengan makanan siap saji. Dijelaskan Muchlis M Hanafi, makanan siap saji akan disiapkan pada rentang 7-15 Zulhijjah.

Saat itu, kondisi di Makkah macet sehingga menyulitkan dalam proses distribusi.

Sehingga, disiapkan makanan siap saji agar bisa didistribusikan lebih awal dan makanan tetap bisa dikonsumsi pada waktunya.

“Lauk siap saji ini diproduksi di dalam negeri. Sampai sekarang, perusahaan yang akan melayani jemaah haji kita sudah mendatangkan 2,4 juta paket makanan siap saji, ada rendang, opor dan lain sebagainya,” kata Muchlis.

“Mudah-mudahan dengan itu semua kepuasan jemaah terhadap layanan konsumsi tahun ini semakin meningkat,” imbuh dia.

Selanjutnya, terkait layanan puncak ibadah haji dari 8-13 Zulhijjah, Muchlis M Hanafi juga menegaskan bahwa itu sudah disiapkan.

Kementerian Agama untuk pertama kali bekerja sama dengan 8 perusahaan dalam menyiapkan layanan bagi 203.320 jemaah.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Ibadah Haji 2025

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan