Jumat, 24 April 2026

Haji 2026

Pesan Alissa Wahid untuk Petugas Haji: Hadirkan Rasa Aman dan Nyaman Jemaah Haji 

Alissa Wahid menekankan pentingnya peran petugas haji sebagai sumber rasa aman dan nyaman, khususnya bagi jemaah lansia dan perempuan.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
Media Center Haji 2026
PESAN UNTUK PPIH - Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024, Alissa Wahid saat memberikan materi kepada ribuan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Alissa Wahid menekankan pentingnya peran petugas haji sebagai sumber rasa aman dan nyaman, khususnya bagi jemaah lansia dan perempuan.
  • Ia meminta petugas menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan lansia, termasuk mekanisme pendampingan dan perlindungan. 
  • Alissa juga mengapresiasi tema Ramah Lansia dan Ramah Perempuan dari Kemenhaj, sambil mengingatkan tantangan besar dalam pelayanan jemaah lansia di Arab Saudi.


TRIBUNNEWS.COM - Menjadi petugas haji merupakan tantangan tersendiri. Terlebih yang dilayani adalah jemaah lanjut usia (lansia).

Sehingga pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji harus disesuaikan dengan kebutuhan lansia. 

Hal ini disampaikan Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024, Alissa Wahid kepada ribuan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. 

"Jadi para petugas haji perlu menyiapkan dirinya, meluruskan niatnya, berangkat ke Tanah Suci untuk melayani para lansia ini dengan sebaik-baiknya," kata dia, Selasa (20/1/2026).

Menurut Alissa, para petugas haji adalah sumber rasa aman dan nyaman bagi para jemaah haji, terutama jemaah haji lansia dan perempuan.

Oleh karena itu, para petugas perlu menjalankan fungsi utama yaitu memberikan pelayanan, perlindungan, dan kenyamanan.

"Kalau ketemu lansia yang butuh ditenangkan, buatlah rasa aman dan nyaman terlebih dahulu," kata Alissa yang juga Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia.

Alissa juga mengapresiasi langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tema Ramah Lansia dan Ramah Perempuan.

Saat ini, lanjut Alissa, Indonesia menghadapi persoalan antrean haji yang sangat panjang. 

Baca juga: Gaya Tak Biasa Bu Haji Istri Sultan di Banjarmasin, Pakai Rompi Emas Miliaran ke Pesta Pernikahan

Saat ada lansia yang baru mendapatkan gilirannya untuk berhaji, pemerintah harus menyesuaikan pelayanannya. Mekanismenya pun dibuat untuk kebutuhan para lansia. 

"Misalnya jumlah pendampingnya, lalu mekanisme apakah mereka berangkat dengan keluarga yang akan mendampingi mereka," katanya.

Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji akan muncul ketika jemaah haji lansia sudah sampai di Arab Saudi. Ditambah mereka memiliki kebutuhan khusus sehingga membutuhkan bantuan jemaah lain.

"Misalnya ke kamar mandinya, mengatur dirinya, lalu jemaah haji yang lainnya merasa bahwa kok jadi kami yang ngurus. Nah itu hal-hal yang harus dipikirkan," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved