Ibadah Haji 2026
Jumlah Petugas Haji Perempuan Capai 33 Persen, Wamenhaj: Terbesar Sepanjang Sejarah
Jumlah petugas haji perempuan dalam penyelenggaran ibadah haji tahun ini mencapai 33 persen. Wamenhaj Dahnil sebut terbesar sepanjang sejarah.
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah petugas haji perempuan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 mencapai 33 persen. Jumlah ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perhajian Indonesia.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat memimpin apel pagi dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M
"Petugas haji tahun 2026 itu jumlahnya 33 persen adalah perempuan. Dan jumlah 33 persen petugas haji perempuan itu adalah jumlah terbesar dalam sejarah perhajian Indonesia," kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Penambahan jumlah petugas perempuan itu, lanjut Dahnil, tak lepas dari visi utama penyelenggaraan haji 2026 yaitu haji ramah lansia dan ramah perempuan.
Data jemaah haji Indonesia menunjukkan, lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sedangkan sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan.
Fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.
"Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menyatakan, penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi haji yang afirmasi atau berpihak kepada perempuan, berpihak kepada lansia," tegasnya.
Dalam arahannya, Wamenhaj juga mengajak seluruh petugas untuk kembali meneladani pesan Rasulullah SAW pada saat menjalankan Haji Wada, atau haji terakhir Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
"Kalau kita membaca sejarah, kita ingat sekali salah satu pesan utama dari Haji Wada. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pesan kepedulian: jaga dan muliakan perempuan-perempuan kalian," ujar Dahnil.
Dengan jumlah petugas haji perempuan yang semakin bertambah, Kemenhaj hendak memastikan layanan dan kenyamanan jemaah haji lansia dan perempuan terjamin. Ia pun berharap petugas haji perempuan memaksimalkan tugas-tugasnya.
"Teman-teman petugas haji perempuan kami titip, karena jemaah haji kita pasti lebih nyaman dan merasa aman kalau yang melayani ibadah mereka juga perempuan," kata Dahnil.
Baca juga: Momen Peserta Diklat PPIH Jalan Santai Bareng Wamenhaj Dahnil 7,5 Km di Tengah Cuaca Mendung
Era Baru Penyelenggaraan Ibadah Haji
Masih dalam pengarahannya, Dahnil menilai proses diklat calon petugas haji yang telah berlangsung selama 20 hari sejak 10 Januari 2026, menunjukkan perubahan signifikan.
Ia menyebut, disiplin dan kekompakan yang terbentuk di minggu kedua diklat menjadi penanda lahirnya era baru penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
"Hari ini saya melihat era baru penyelenggaraan haji Indonesia. Hari ini saya melihat era baru petugas haji Indonesia," ujar Dahnil.
Ia mengungkapkan, keraguan yang sempat disampaikannya pada hari pertama diklat justru terjawab oleh perubahan sikap dan mental para peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PETUGAS-HAJI-PEREMPUAN-01.jpg)