Senin, 1 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Kapan Waktu Mustajab Berdoa di Hari Arafah, Haruskah Bersamaan dengan Jemaah Haji yang Wukuf?

Saat jutaan umat muslim berhaji dan berdoa di tanggal 9 Zulhijah. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 saat wukuf di Arafah, kapan waktu tepat berdoa?

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM/ANITA K WARDHANI
DOA DI ARAFAH - Jemaah haji Indonesia berdoa di batas Arafah, kawasan terletak di dataran luas di sebelah Timur luar kota suci Makkah, Arab Saudi. Arafah berada sekitar 20 kilometer tenggara Masjidil Haram. Di sini, umat Islam berkumpul untuk melaksanakan wukuf saat puncak ibadah haji, yaitu salah satu rukun haji, pada tanggal 9 Zulhijah. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 dalam penanggalan hijriah dianggap sebagai hari istimewa dalam Islam.  Waktu tersebut dimana jutaan umat muslim di Padang Arafah melakukan Wukuf memuja asma Allah SWT,memangis, bermunajat memohon doa terbaik untuk dunia akhirat. Lantas, bagaimana dengan muslim yang sedang tidak berhaji, kapan waktu mustajab berdoa di Arafah? 

Doa Memohon Ampunan
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Allaahummaghfir lii warhamni watub ‘alayya

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku.”

Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat 
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201)

Doa Memohon Keteguhan Iman
اللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Allaahumma tsabbit qalbii ‘alaa diinik

Artinya: “Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أبوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma Anta Rabbi, lā Ilāha illā Anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūżubika min syarri mā shana’tu, abū u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abū u bi żanbī faghfirlī, fa innahū lā yaghfiru aż-żunūba illa Anta

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau” (HR. Bukhari).

Zikir di Hari Arafah:


1. Tahlil
(100 x) لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai`in qadīr.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (dibaca 100 х)."

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved