Ibadah Haji 2026
Kapan Waktu Mustajab Berdoa di Hari Arafah, Haruskah Bersamaan dengan Jemaah Haji yang Wukuf?
Saat jutaan umat muslim berhaji dan berdoa di tanggal 9 Zulhijah. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 saat wukuf di Arafah, kapan waktu tepat berdoa?
Hari Arafah memang bukan hari biasa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi).
Dalam hadis lain disebutkan bahwa tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka dibanding Hari Arafah.
Betapa agungnya hari Arafah membuat umat Muslim seolah sayang melewatkan hari itu tanpa doa dan ibadah sunnah seperti berpuasa Arafah.
Mengutip tulisan Ulul Albab, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP AMPHURI, Ketua ICMI Jawa Timur di website Amphuri , dalam seluruh hadis shahih, tidak ditemukan ajaran khusus yang memerintahkan seluruh Muslim dunia harus menyamakan jam doa dengan waktu wukuf di Mekkah. Tidak ada hadis yang mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia wajib menunggu jam tertentu agar doanya sah atau lebih mustajab.
Mayoritas ulama memahami bahwa keutamaan Hari Arafah berlaku sesuai tanggal 9 Dzulhijjah di negeri masing-masing.
"Artinya, ketika Indonesia sudah memasuki 9 Dzulhijjah, maka sejak itu pula kita telah berada dalam kemuliaan Hari Arafah," jelasnya.
Menurut Ulul Albab, banyak juga ulama yang menjelaskan bahwa mengikuti momentum wukuf di Arafah sebagai waktu memperbanyak doa adalah hal yang sangat baik secara ruhani.
Baca juga: Puasa Arafah Dilakukan Selasa 26 Mei 2026, Ini Bacaan Niatnya, Keutamaan Menghapus Dosa Setahun
Karena pada saat itu jutaan jamaah haji sedang menangis, bermunajat, beristighfar, dan memohon ampunan Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) di Padang Arafah.
Secara umum, jamaah haji mulai melaksanakan wukuf sekitar setelah Dzuhur hingga menjelang Maghrib waktu Makkah. Jika dikonversikan ke Indonesia maka kira-kira cara menentukanya begini: Waktu Mekkah sekitar 4 jam lebih lambat dari WIB. Maka waktu wukuf di Arafah, jika dilihat jam di Indonesoia, berlangsung antara pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Karena itu, waktu sore hingga malam pada Hari Arafah di Indonesia sering dirasakan sangat menyentuh untuk: memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, dan bermuhasabah.
"Namun yang paling penting sesungguhnya bukan soal ketepatan jamnya. Karena Allah tidak pernah salah mendengar doa hamba-Nya. Boleh jadi, doa yang paling dicintai Allah bukanlah doa yang paling tepat waktunya, tetapi doa yang lahir dari hati yang paling tulus, paling hancur, dan paling sungguh-sungguh ingin kembali kepada-Nya," katanya.
Doa di Hari Arafah
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Doa tersebut terdapat dalam hadis berikut:
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” (HR. Tirmidzi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/doa-di-arafah.jpg)