Kamis, 9 April 2026

Nasib Perawat Indonesia di Kuwait

Marty Natalegawa Kirim Delegasi ke Kuwait 5 Mei Mendatang

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akhirnya menerima delegasi perawat dari Kuwait.

Penulis: Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akhirnya menerima delegasi perawat dari Kuwait. Delegasi ini diwakili Zulkfili Abdullah, Ketua Regional Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K). Pertemuan ini berlangsung pada Senin (25/4/2011).

"Bapak Menlu sendiri yang bertemu dengan perwakilan kami," demikian disampaikan Zulkifli saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/4/2011).

Dalam pertemuan itu, sejumlah poin penting berhasil disepakati antara lain memberikan nota diplomati kepada lima perawat Indonesia di Kuwait yang diterminasi karena dianggap ijazah yang dimiliki tak terakreditasi. Padahal, seorang perawat bernama Erpan Nurjamal Al Ismail, ijazahnya berasal dari lembaga pendidikan akper terakreditasi dan dibawahi Depkes. Sayangnya, akper itu kemudian berubah menjadi sekolah tinggi ilmu kesehatan (Stikes) dan informasi inilah yang terkirim ke Kuwait karena Stikes sudah tak dibawahi Depkes melainkan Dikti.

Pertemuan itu dihadiri sejumlah pihak antara lain Depdiknas dalam hal ini diwakili Dikti, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) dalam hal ini langsung diwakili Marty, serta Depnaker. Pertemuan inter-departemen ini membahas nasib perawat Indonesia yang saat ini terkatung-katung di Kuwait karena mereka harus menerima terminasi dari Ministry of Health (MoH) karena tidak memenuhi kriteria higher education yang ditetapkan pemerintah Kuwait.

Kemenlu berjanji akan mengirim delegasi Indonesia ke Kuwait pada 5 Mei mendatang untuk menjelaskan duduk persoalan yang membelit perawat Indonesia dan delegasi ini akan meliputi semua departemen terkait dengan nasib para perawat di negara kaya minyak itu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved